Ditjen Cipta Karya Siapkan IBM di 3.246 Lokasi pada 2027

Senin, 06 Juli 2026 | 23:35:31 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Foto: NET)

JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merancang program infrastruktur berbasis masyarakat (IBM) di 3.246 titik untuk tahun anggaran 2027.

Plt. Direktur Jenderal Cipta Karya Chandra Rudi Parulian Situmorang mengungkapkan bahwa instansinya telah menyusun rencana kerja IBM 2027 dengan total anggaran yang setara dengan tahun 2026, yakni mencapai Rp1,7 triliun.

"Kegiatan IBM ini akan dilaksanakan di 3.246 lokasi yang ditargetkan dapat menyerap tenaga kerja sekitar 48.000 orang," ujar Chandra dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Program IBM tersebut mencakup penyediaan air minum berbasis masyarakat atau Pamsimas yang tersebar di 906 titik.

Selain itu, terdapat juga program sanitasi berbasis masyarakat atau Sanimas di 823 titik, serta fasilitas sanitasi pendukung lembaga pendidikan keagamaan atau sanitasi LPK di 653 titik.

Selanjutnya, program tersebut juga mencakup pengelolaan sampah reduce reuse recycle atau TPS 3R di 56 titik, ditambah dengan program pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW) yang menyasar 808 titik.

Sebagai informasi, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan, pihaknya memperkuat pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat untuk mendukung program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Untuk merealisasikannya, Kementerian PU menggelontorkan dana senilai Rp1,65 triliun melalui pelaksanaan IBM di bermacam wilayah pada tahun 2027.

Skema IBM ini dipandang sebagai bentuk investasi yang strategis karena menyuguhkan faedah yang konkret bagi warga. Serangkaian program yang digulirkan tidak sekadar membenahi mutu infrastruktur esensial, melainkan turut memacu roda perekonomian di tingkat lokal.

Contohnya seperti Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang menopang ketersediaan jalur air bersih di wilayah perdesaan. 

Sementara itu, Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) bersama Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) turut menyokong perbaikan tingkat kesehatan lingkungan lewat fasilitas sanitasi dan manajemen limbah sampah.

Terkini