SPMI Jadi Instrumen Strategis Naikkan Kualitas Perguruan Tinggi

Senin, 06 Juli 2026 | 21:12:01 WIB
Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa (Belmawa) Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) ialah instrumen strategis guna meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia secara kontinu.

Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa (Belmawa) Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja dalam acara Sosialisasi Buku Pedoman Implementasi SPMI bagi Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Akademik di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa upaya menaikkan mutu pendidikan tinggi pada hakikatnya adalah tanggung jawab bersama yang mesti dijalankan secara terencana, sistematis, serta berkesinambungan oleh tiap unsur kampus.

"Dalam konteks tersebut Sistem Penjaminan Mutu Internal menjadi instrumen strategis yang memastikan seluruh proses penyelenggaraan pendidikan tinggi berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan," ujarnya.

Lebih dari sekadar sistem pengawasan, lanjut dia, pengaplikasian SPMI secara konsisten dianggap dapat menumbuhkan dan memicu lahirnya budaya mutu yang kuat serta mandiri di lingkungan perguruan tinggi.

Untuk merealisasikan ekosistem penjaminan mutu yang ideal itu, Kemdiktisaintek meluncurkan Buku Pedoman Implementasi SPMI yang disiapkan sebagai instrumen panduan komprehensif bagi para penyelenggara pendidikan akademik.

Beny menerangkan bahwa buku pedoman itu dirancang secara terstruktur guna menolong pihak perguruan tinggi dalam merencanakan dan menjalankan sistem penjaminan mutu yang benar-benar selaras dengan visi sekaligus misi spesifik di tiap-tiap kampus.

Melalui adanya panduan serta kebebasan berekspresi yang sejalan dengan misi kampus tersebut, proses pengembangan standardisasi mutu di lembaga pendidikan tinggi dipercaya bakal berjalan jauh lebih membumi, efektif, dan efisien.

Lewat forum sosialisasi tingkat nasional ini, Beny berharap banyak agar tiap perwakilan kampus bisa menyerap esensi pedoman secara menyeluruh, memahami taktik implementasi, hingga menerapkan bermacam praktik baik (best practices) dari institusi lain.

"Dengan demikian implementasi SPMI tidak hanya menjadi pemenuhan regulasi, tetapi benar-benar menjadi budaya yang mengakar dalam setiap aktivitas akademik dan non-akademik, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi secara nasional," tutur Beny Bandanadjaja.

Terkini