Ekspor Tambang NTB ke China Tembus US$994,26 Juta

Jumat, 03 Juli 2026 | 21:12:01 WIB
Kepala BPS NTB Wahyudin. (Foto: NET)

JAKARTA - Tiongkok menjadi negara tujuan utama pengiriman komoditas tambang dari Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang tahun 2026. 

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor ke Negeri Tirai Bambu tersebut selama periode Januari hingga April 2026 menembus US$994,26 juta, atau mencakup sekitar 79,34% dari total keseluruhan ekspor.

Kepala BPS NTB Wahyudin menerangkan bahwa komoditas yang dikirim ke China tersebut merupakan barang tambang non-migas yang diproduksi di wilayah Sumbawa Barat. 

"Pada April 2026 saja, ekspor komoditas tambang ke China nilainya mencapai US$514,51 Juta atau sekitar 94,37%," jelas Wahyudin dari keterangan pers dikutip Jumat (3/7/2026).

Negara tujuan ekspor terbesar kedua pada kurun waktu Januari - April 2026 besaran nilainya diraih oleh Thailand dengan angka US$118,41 juta atau setara 9,45%, yang kemudian diikuti oleh Jepang dengan perolehan US$79,56 juta atau berkisar 6,35%. 

Nilai ekspor tertinggi keempat mengalir ke Uni Emirat Arab sebesar US$19,48 juta atau sekitar 1,56%, posisi kelima ditempati Hongkong dengan nilai US$17,21 juta atau sekitar 1,37%, serta beberapa Negara lainnya dengan akumulasi nilai US$24,16 juta atau sekitar 1,93%. 

Wahyudin memaparkan bahwa selain mengirim ke China, NTB juga mengapalkan tembaga ke Thailand, lalu komoditas permata atau perhiasan lainnya banyak dipasarkan ke Hongkong, Jepang, China, serta ke sejumlah negara tujuan lainnya.

Sementara itu, nilai impor Provinsi Nusa Tenggara Barat selama Januari-April 2026 tercatat sebesar US$28,66 juta, yang berarti mengalami penurunan drastis sebesar 69,98% jika disandingkan dengan realisasi impor periode Januari-April 2025 yang mencapai US$95,48 juta. 

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, angka impor NTB pada April 2026 yang bernilai US$7,95 juta ini mengalami penyusutan sebesar 66,74%, di mana nilai impor NTB pada April 2025 sebelumnya menyentuh US$23,91 Juta.

Kelompok komoditas impor Provinsi NTB dengan porsi nilai terbesar sepanjang Januari-April 2026 disumbang oleh karet dan barang dari karet sebesar US$14,72 juta (51,36%), disusul mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$8,1 juta (28,29%), kendaraan beserta bagiannya sebesar US$2,48 juta (8,66%), mesin atau peralatan listrik sebesar US$870.038 (3,03%), serta aneka produk kimia sebesar US$638.364 (2,23%).

Nilai impor Provinsi NTB selama Januari-April 2026 paling banyak berasal dari Jepang dengan nilai US$14,58 juta atau sekitar 50,87%, Amerika Serikat dengan nilai US$ 5,01 juta atau sekitar 17,50%, Australia dengan nilai US$3,12 juta atau sekitar 10,89%, Tiongkok dengan nilai US$2,9 juta atau sekitar 10,14%, Singapura dengan nilai US$1,8 juta atau sekitar 6,31%, dan kiriman dari Negara lainnya dengan nilai US$1,23 juta atau sekitar 4,30%.

"Impor pada bulan April 2026 kelompok komoditas Karet dan Barang dari Karet berasal dari Jepang, Tiongkok, dan lainnya. Komoditas Mesin-mesin atau pesawat Mekanik berasal dari Amerika Serikat, Singapura, dan Australia. Komoditas Kendaraan dan Bagiannya berasal dari Amerika Serikat, Singapura, dan Australia," jelas Wahyudin.

Terkini