Food Taipei 2026: Pangan Indonesia Catat Transaksi Rp89,5 M

Jumat, 03 Juli 2026 | 19:45:01 WIB
Produk Pangan RI Raup Potensi Transaksi Rp89 Miliar di Taiwan [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan bahwa produk pangan asal Indonesia berhasil mencetak potensi transaksi mencapai 5 juta dolar AS atau berkisar Rp89,5 billion lewat partisipasi Paviliun Indonesia dalam ajang Food Taipei Mega Show 2026 di Taiwan.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengutarakan perolehan ini menjadi cerminan dari kian melonjaknya kepercayaan pasar Taiwan atas mutu produk pangan dari tanah air.

"Potensi transaksi sebesar 5 juta dolar AS menunjukkan produk pangan Indonesia memiliki kualitas, nilai tambah, dan daya saing yang semakin diakui di pasar Taiwan," kata Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Peluang transaksi tersebut sekaligus menjadi buah dari kolaborasi solid antara KDEI Taipei, Kemendag, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Akademi Mudah Ekspor (AME), para pelaku bisnis domestik, beserta bermacam mitra strategis yang berada di Taiwan.

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei Arif Sulistiyo mengemukakan keterlibatan Indonesia dalam ajang pameran ini bertindak sebagai langkah strategis pemerintah untuk melebarkan sayap pasar ekspor, sekaligus memfasilitasi pertemuan para pelaku usaha nasional dengan para pembeli (buyer) potensial.

Sebanyak 20 pelaku bisnis dari Indonesia mendisplay rupa-rupa produk pangan unggulan yang bermutu tinggi, inovatif, serta mengantongi nilai tambah sehingga sanggup berkompetisi di kancah global.

Sementara itu, komoditas yang dipajang mencakup sarang burung walet, boga bahari (seafood), camilan berbasis buah, mi dengan kalori rendah, madu, kopi, rempah-rempah, saus serta bumbu premium, gula kelapa sagu, hingga rupa-rupa produk olahan perikanan.

Arif menjabarkan bahwa komoditas layaknya sarang burung walet, boga bahari, camilan sehat, saus dan bumbu premium, rempah-rempah, mi instan sehat, serta gula kelapa sagu bertransformasi sebagai produk yang paling tinggi permintaannya.

"Taiwan merupakan pasar yang strategis bagi Indonesia. Dengan jumlah penduduk sekitar 23 juta jiwa dan daya beli masyarakat tinggi, Taiwan menjadi tujuan ekspor potensial, sekaligus pintu masuk bagi produk Indonesia untuk memperluas penetrasi ke kawasan Asia Timur," kata Arif.

Berdasarkan data yang dihimpun Kemendag, akumulasi perdagangan antara Indonesia dengan Taiwan terdokumentasi menyentuh angka 3,10 miliar dolar AS sepanjang kurun waktu Januari-April 2026.

Nominal itu bersumber dari performa ekspor Indonesia menuju Taiwan senilai 1,59 miliar dolar AS dan impor dari Taiwan sebesar 1,51 miliar dolar AS. Lewat catatan tersebut, Indonesia mengamankan surplus senilai 80 juta dolar AS.

Di sisi lain, akumulasi nilai perdagangan Indonesia dengan Taiwan di sepanjang tahun 2025 terdokumentasi berada pada angka 9,95 miliar dolar AS.

Kala itu, kinerja ekspor Indonesia ke Taiwan membukukan nilai 5,54 miIiar dolar AS dan aktivitas impor Indonesia dari Taiwan sebesar 4,41 miliar dolar AS. Oleh sebab itu, Indonesia sukses mengantongi surplus sebesar 1,13 miliar dolar AS.

Terkini