Harita Nickel Bagikan Dividen Rp 2,7 Triliun dari Laba 2025

Selasa, 30 Juni 2026 | 22:56:01 WIB
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel bersiap mengucurkan dividen bernilai Rp 2,7 triliun dari laba tahun buku 2025. Keputusan pembagian dividen tersebut telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Selasa (30/6/2026).

Para pemilik saham NCKL merestui agenda pembagian total dividen tahun buku 2025 senilai Rp 2,7 triliun. Angka ini mencerminkan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) sebesar 30%, yang mana sama persis dengan persentase DPR pada tahun 2024.

Nilai nominal tersebut mengindikasikan dividen sebesar Rp 42,64 untuk setiap sahamnya, dengan proyeksi dividend yield di kisaran 5,3% jika mengacu pada pergerakan harga saham NCKL di level Rp800 per saham pada sesi intraday Selasa (30/6). Kendati demikian, jadwal cum date beserta waktu pembayarannya masih belum dipublikasikan.

Corporate Secretary Harita Nickel, Rafika Fazrin mengungkapkan, NCKL bakal berkonsentrasi untuk konsisten memperkokoh fundamental operasional, memacu efisiensi, menjaga stabilitas pasokan, dan mengoptimalkan rantai nilai nikel yang terpadu di tengah volatilitas industri nikel global. 

Perusahaan pun terus mengawal penyelesaian jajaran proyek strategis sekaligus mengoptimalkan fasilitas produksi yang kini telah berjalan. Di samping itu, Perseroan tengah menggarap fasilitas produksi kapur tohor demi memperdalam integrasi rantai nilai serta menyokong efisiensi operasional dalam jangka panjang.

“Pada aspek keberlanjutan, perusahaan terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam proses bisnis melalui penerapan praktik pertambangan dan pengolahan yang bertanggung jawab, penguatan tata kelola dan manajemen risiko, serta komitmen terhadap transparansi dan perbaikan berkelanjutan,” katanya dalam Public Expose, Selasa (30/6/2026).

NCKL pun menggulirkan berbagai langkah dekarbonisasi, manajemen lingkungan yang terintegrasi, penguatan tata kelola rantai pasok yang akuntabel, proteksi keanekaragaman hayati, hingga program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di area sekitar operasional perusahaan, yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi warga lokal, serta pendirian infrastruktur.

Menatap masa depan, NCKL menegaskan bakal tetap bertumpu pada peningkatan efisiensi, penguatan implementasi ESG, dan optimalisasi rantai nilai nikel terintegrasi demi menghadirkan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham sekaligus seluruh pemangku kepentingan.

“Kami percaya fondasi yang kuat hari ini akan menjadi modal penting untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya.

Terkini