Harita Nickel Putuskan Sebar Dividen Buku Tahun 2025

Selasa, 30 Juni 2026 | 22:33:31 WIB
PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL). (Foto: NET)

JAKARTA — Para pemegang saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) telah memberikan persetujuan resmi terkait rencana pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan jumlah keseluruhan berkisar di angka Rp2,7 triliun. 

Kesepakatan ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Selasa (30/6/2026).

Jumlah dividen yang dibayarkan oleh perusahaan dari ekosistem Harita Group ini setara dengan dividend payout ratio sebesar 30% dari total laba bersih sepanjang tahun buku 2025. Angka rasio pembayaran tersebut terpantau stabil jika dibandingkan dengan realisasi pada tahun fiskal sebelumnya.

Data yang dirilis oleh Stockbit Group menunjukkan bahwa nilai pengucuran tersebut mengindikasikan setiap investor akan menerima dividen sebesar Rp42,64 per lembar saham. 

Apabila mengacu pada harga saham NCKL yang berada pada posisi Rp800 per lembar di perdagangan intraday Selasa (30/6/2026), Stockbit memproyeksikan indikasi tingkat imbal hasil atau dividend yield yang didapat berkisar di level 5,3%.

Hingga saat ini, pihak manajemen perseroan masih belum merilis informasi lebih lanjut mengenai jadwal perdagangan saham yang memuat hak dividen maupun tanggal pasti pencairan dividen tunai tersebut ke rekening para pemegang saham. 

Di samping itu, perusahaan bakal terus melanjutkan langkah pengelolaan operasional secara terukur pada semua lini rantai nilai, mulai dari aktivitas penambangan hingga pengolahan di sepanjang tahun 2026.

Head of Investor Relations Harita Nickel Lukito Gozali memaparkan bahwa penguatan resiliensi bisnis dalam menyongsong dinamika industri ke depan bakal bertumpu pada optimalisasi kegiatan operasional serta penguatan daya saing jangka panjang.

“Saat ini industri nikel global sangat dinamis dan penuh tantangan, fokus kami adalah tetap menjaga operasional tetap berjalan secara efisien, terukur, dan bertanggung jawab,” ujarnya dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

Di tengah situasi tekanan harga nikel di pasar global, NCKL secara konsisten menjaga keberlanjutan roda usahanya. Sebagai catatan kinerja keuangan, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan senilai Rp29,63 triliun di sepanjang tahun 2025 serta meraup Rp6,81 triliun pada kuartal I/2026.

Melihat dari aspek operasional, seluruh lini produksi perusahaan berjalan selaras dengan target yang ditetapkan. 

Hal ini mencakup lini penambangan bijih nikel, pemrosesan pirometalurgi lewat jalur Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), hingga pemrosesan hidrometalurgi melalui jalur High Pressure Acid Leach (HPAL) yang memproduksi MHP dan nikel sulfat.

Terkini