WIFI Terbitkan Obligasi Rp2,5 Triliun Demi Fleksibilitas Dana

Senin, 29 Juni 2026 | 23:17:02 WIB
PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge masuk dalam daftar emiten yang sedang bersiap menerbitkan surat utang. Berdasarkan informasi dari prospektus perseroan, WIFI akan merilis Obligasi dan Sukuk Berkelanjutan I Solusi Sinergi Digital Tahap I Tahun 2026 dengan jumlah nilai pokok mencapai Rp2,5 triliun. 

Dalam aksi korporasi tersebut, WIFI berencana menerbitkan masing-masing tiga seri obligasi serta sukuk dengan masa tenor berkisar antara 1 hingga 3 tahun. Kendati demikian, besaran imbal hasil yang ditawarkan untuk tiap-tiap produk tersebut masih belum diungkapkan secara mendetail.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) sendiri telah menetapkan rating Single A dan Single A Syariah untuk kedua jenis surat utang yang akan dikeluarkan oleh WIFI. Di sisi lain, mengacu pada data PHEI, besaran yield untuk peringkat Single A saat ini berada pada kisaran 8,98% sampai 9,19% untuk jangka waktu 1 hingga 3 tahun. 

Manajemen Surge menjelaskan bahwa seluruh dana segar yang dikumpulkan dari hasil penawaran umum obligasi dan sukuk ini nantinya bakal dialokasikan penuh untuk menyokong fasilitas pembiayaan pembelian bagi entitas anak usaha.

Direktur Solusi Sinergi Digital, Shannedy Ong, memaparkan bahwa faktor krusial yang mendasari langkah WIFI memprioritaskan penerbitan obligasi dalam situasi saat ini yaitu aspek fleksibilitas pendanaan jika dibandingkan opsi instrumen pendanaan lainnya yang bisa dijangkau oleh perseroan.

”Pertimbangan utama perseroan adalah karakteristik obligasi yang memberikan fleksibilitas lebih besar dibandingkan dengan fasilitas pinjaman perbankan, sehingga dana dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung ekspansi dan pengembangan usaha,” katanya, dikutip Minggu (28/6/2026).

Shannedy Ong menambahkan bahwa pihaknya menaruh rasa optimis yang tinggi bahwa perilisan surat utang ini akan mendapatkan sambutan hangat dari para pemodal. 

Para investor dinilai telah memahami dengan baik potensi bisnis yang dimiliki oleh perseroan sehingga surat utang ini diyakini akan laku keras. Sesuai jadwal, kedua surat utang milik WIFI ini akan segera tercatat di BEI pada 29 Juni 2026.

”Perseroan melihat minat investor terhadap instrumen yang diterbitkan masih cukup baik. Hal tersebut tecermin dari proses bookbuilding yang sudah fully subscribed. Kami menilai investor memahami prospek bisnis perseroan yang inovatif dan disruptif untuk internet terjangkau, sehingga kami optimistis penerbitan memperoleh respons yang baik,” tegasnya.

Berdasarkan Data Bursa Efek Indonesia (BEI) per Jumat (26/6/2026), terdapat 71 emisi dari total 43 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) yang telah sukses mengumpulkan dana sebesar Rp76,09 triliun. Saat ini, masih ada 33 penerbit dalam antrean (pipeline) dengan total 48 emisi yang bersiap meluncurkan surat utang mereka. 

Kondisi ini terjadi di tengah data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) yang menunjukkan bahwa tingkat yield SBN dengan tenor 10 tahun kini bertengger di level 7,24%. Angka tersebut terbilang cukup tinggi dan tidak lagi murah jika disandingkan dengan posisi pada Juli 2025 yang sebesar 6,62% serta Januari 2026 yang berada di angka 6,11%.

Terkini