MDKA Cetak Laba Rp974,57 Miliar di Kuartal I/2026, Balikkan Rugi

Senin, 29 Juni 2026 | 23:14:01 WIB
PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) sukses mengubah kinerja keuangan dari rugi bersih menjadi perolehan laba sebesar Rp974,57 miliar pada triwulan pertama tahun ini.

Mengacu pada laporan keuangan per 31 Maret 2026, perusahaan tambang yang berada di bawah naungan Grup Saratoga ini membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$57,5 juta. 

Pencapaian ini berbalik dari kondisi rugi bersih sebesar US$3,7 juta atau setara Rp61,67 miliar pada kuartal I/2025. Sebagai catatan, konversi nilai tukar yang dipakai didasarkan pada kurs Rp16.949,15 per dolar AS per 31 Maret 2026 dan Rp16.666,67 per dolar AS per 31 Desember 2025.

Perubahan positif pada laba bersih tersebut berjalan selaras dengan pendapatan konsolidasi MDKA yang melonjak 24% secara tahunan (year on year/YoY) hingga menyentuh US$620,3 juta. 

Kondisi ini membuat laba bersih konsolidasian perseroan melesat ke angka US$120,2 juta, melonjak tajam dari capaian kuartal pertama tahun sebelumnya yang hanya US$2,6 juta.

Presiden Direktur MDKA Albert Saputro memaparkan bahwa hasil positif pada awal tahun ini didukung oleh peningkatan harga jual komoditas emas, penambahan volume limonit, serta margin nikel yang semakin kuat.

“Kinerja ini menunjukkan ketahanan portofolio perseroan yang terdiversifikasi dan mencerminkan fokus kami pada eksekusi yang disiplin, optimalisasi biaya, serta pengembangan platform pertumbuhan utama di sektor emas, nikel dan tembaga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (29/6/2026).

Apabila dibedah secara rinci, komoditas emas menjadi penyumbang terbesar bagi EBITDA MDKA pada kuartal I/2026 dengan perolehan menyentuh US$89 juta. 

Posisi berikutnya ditempati oleh lini Nickel Pig Iron (NPI) dengan sumbangsih senilai US$67 juta, disusul limonit senilai US$48 juta, High-Grade Nickel Matte sebesar US$25 juta, serta tembaga yang mengumpulkan US$19 juta.

Di samping itu, total produksi emas MDKA merangkak naik 5% YoY menjadi 26.652 ounces. Kenaikan tersebut ditopang oleh kontribusi awal dari Tambang Emas Pani yang dikelola oleh anak usaha perseroan, yakni PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS).

Pada lini bisnis nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) selaku anak usaha mencatatkan pertumbuhan volume penambangan bijih yang signifikan hingga 143%. Lonjakan produksi hingga mencapai 7,7 juta wet metric tonnes (wmt) tersebut didorong oleh peningkatan hasil saprolit dan limonit dengan margin tunai yang kuat.

Di sisi lain, EMAS juga memperluas eksposur penanam modal global setelah sukses melangsungkan pencatatan saham sekunder (secondary listing) di Bursa Efek Hong Kong (HKEX) pada Juni 2026. 

Dari aspek likuiditas, MDKA menjaga ketersediaan kas dan bank yang kokoh sebesar US$545 juta, dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA berada pada posisi 3,0 kali.

Terkini