DEPO Bagikan Dividen Rp10,2 Miliar dari Laba Tahun Buku 2025

Senin, 29 Juni 2026 | 23:06:31 WIB
PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk. (DEPO). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk. (DEPO), perusahaan yang mengelola jaringan ritel Depo Bangunan, menyepakati pembagian dividen tunai senilai Rp10,2 miliar atau setara Rp1,5 per saham yang diambil dari keuntungan tahun buku 2025. 

Langkah korporasi dari perusahaan Grup Tancorp yang terafiliasi dengan Hermanto Tanoko ini mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (29/6/2026).

Komisaris Utama DEPO Kambiyanto Kettin mengungkapkan bahwa korporasi bakal senantiasa menjaga keselarasan antara pemberian keuntungan bagi pemegang saham dengan penguatan fondasi utama perusahaan lewat langkah ekspansi yang terencana.

"Perseroan melihat peluang pertumbuhan yang masih terbuka seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap produk bahan bangunan dan home improvement di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan portofolio produk, serta pengembangan jaringan usaha secara selektif dan terukur," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (29/6/2026).

Merujuk pada keputusan rapat, Depo Bangunan memplot sebagian keuntungan bersih tahun 2025 sebagai dividen tunai, mengalokasikan Rp5 miliar untuk dana cadangan wajib sesuai regulasi, sedangkan sisa labanya diakumulasikan sebagai laba ditahan demi memperkuat modal ekspansi. 

Langkah pembagian keuntungan ini dieksekusi usai DEPO meraup keuntungan bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp77 miliar di tahun 2025. Persentase rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) tercatat berada di kisaran 13,3%.

Sepanjang tahun 2025, korporasi mengantongi pendapatan usaha mencapai Rp2,88 triliun, atau tumbuh sebesar 2,1% dari capaian tahun sebelumnya yang bernilai Rp2,82 triliun. 

Sinyal positif ini dipicu oleh tren kenaikan penjualan organik pada beberapa wilayah kerja, dengan wilayah Bali keluar sebagai penyumbang pertumbuhan paling dominan. 

Selaras dengan perolehan omzet yang mendaki, margin laba kotor perusahaan turut terkerek naik menjadi Rp584,2 miliar dibandingkan perolehan tahun 2024 yang berada di angka Rp557,3 core.

Menatap periode ke depan, DEPO berniat meneruskan penambahan jaringan gerai baru dengan mengalkulasi potensi pasar secara matang, kualitas area, serta regulasi investasi yang ketat agar setiap cabang baru sanggup menyumbang dampak positif bagi profitabilitas korporasi. 

Tak hanya memperluas jangkauan toko fisik, manajemen juga berupaya mendongkrak keuntungan lewat langkah optimalisasi portofolio produk, memacu penjualan lini produk house brand, meningkatkan sinergi dengan mitra pemasok strategis, serta mengimplementasikan berbagai program efisiensi pada aspek operasional.

Pada lini digital, DEPO menaruh fokus utama pada penguatan ekosistem saluran omnichannel.

"Kanal digital kami pandang sebagai pelengkap yang strategis bagi jaringan toko fisik. Melalui pendekatan omnichannel, Perseroan berupaya menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih mudah, nyaman, dan terintegrasi bagi pelanggan," kata Kambiyanto.

Melalui agenda RUPST tersebut, para pemegang saham turut merestui langkah perombakan pada formasi manajemen yang mulai berjalan efektif per 1 Juli 2026. 

Jabatan Direktur Utama kini diamanahkan kepada Henryanto Komala untuk menggantikan pejabat sebelumnya, sementara posisi Komisaris Utama Perseroan dipercayakan kepada Kambiyanto Kettin. 

Di samping itu, pihak manajemen melaporkan bahwa seluruh dana segar hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang mencapai Rp487,8 miliar telah dialokasikan secara penuh sesuai target peruntukan. 

Modal tersebut terserap untuk pembiayaan belanja modal, pelunasan utang, suntikan investasi ke anak usaha, hingga pemenuhan modal kerja operasional.

Terkini