Hyundai Lirik Sektor Daur Ulang Baterai EV di Indonesia

Minggu, 28 Juni 2026 | 18:44:01 WIB
Hyundai Motor Asia-Pacific. [Foto: NET]

JAKARTA – Hyundai Motor Asia-Pacific mengutarakan ketertarikannya untuk menerapkan program Extended Producer Responsibility (EPR), terutama dalam hal daur ulang baterai di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap siklus hidup produk otomotif yang mereka pasarkan.

Seorang perwakilan dari Hyundai Motor Asia-Pacific HQ yang meminta namanya tidak disebutkan mengungkapkan bahwa regulasi mengenai EPR untuk produsen otomotif memang belum tersedia di Indonesia saat ini.

"Seiring percepatan transisi menuju kendaraan listrik, di masa depan akan semakin banyak baterai bekas yang perlu dikelola. 

Hal ini menjadi peluang untuk membangun industri daur ulang baterai di Indonesia," tutur perwakilan Hyundai tersebut dalam agenda Indonesian Next-Generation Journalist Network yang diadakan oleh Korea Foundation (KF) dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Hyundai Motorstudio Goyang, Goyang, Korea Selatan, baru-baru ini.

Sebagai informasi, EPR merupakan sebuah regulasi yang mewajibkan pihak produsen untuk bertanggung jawab atas seluruh siklus hidup produk mereka, mulai dari tahap pembuatan hingga penanganan setelah masa pakainya selesai.

Pihak Hyundai juga kembali memastikan komitmen mereka untuk terus memperkuat ekosistem bisnis kendaraan listrik (EV) di Indonesia yang kini telah berjalan secara terintegrasi dari hulu hingga ke hilir.

Sejauh ini, Hyundai telah memosisikan diri sebagai salah satu perintis industri EV di tanah air, mulai dari memproduksi sel baterai, merakit battery pack, sampai memanufaktur kendaraan. 

Mobil listrik yang diproduksi oleh Hyundai pun telah lolos standardisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga menyentuh angka 80% dengan pemanfaatan baterai lokal.

"Kami melihat peluang untuk melakukan investasi tambahan di masa depan, khususnya pada sektor daur ulang baterai,” tambah perwakilan Hyundai tersebut.

Merujuk pada data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), total investasi yang sudah ditanamkan oleh Hyundai di Indonesia menyentuh angka Rp22,8 triliun. 

Nilai tersebut tersebar di beberapa lini perusahaan seperti Hyundai LG Indonesia (HLI Green Power), Hyundai Energy Indonesia (HEI), dan Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI).

Terkini