LPCK Sebut Nilai Buku Lahan Hibah Meikarta Rp291 Miliar

Minggu, 28 Juni 2026 | 18:29:31 WIB
presiden direktur lpck agus arismunandar. [Foto: NET]

JAKARTA – Perusahaan properti PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) memberikan penjelasan resmi mengenai lahan yang diserahkan kepada pemerintah sebagai hibah untuk proyek pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Presiden Direktur LPCK Agus Arismunandar mengungkapkan bahwa tanah yang dihibahkan tersebut merupakan milik langsung dari perseroan beserta entitas anak. 

Aset tanah itu selama ini dimasukkan dalam pos persediaan dan lahan pengembangan milik LPCK beserta entitas anaknya.

"Nilai buku atas lahan yang akan dihibahkan adalah sekitar Rp291 miliar," tulis Agus dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (28/6/2026).

Langkah hibah tanah ini dipastikan bakal memicu pengurangan nilai aset sekaligus ekuitas dari emiten berkode saham LPCK tersebut sebesar Rp291 miliar akibat beban hibah lahan terkait. 

Walau demikian, aksi korporasi ini dinyatakan bukan merupakan bagian dari transaksi material, transaksi afiliasi, ataupun jenis transaksi yang memiliki benturan kepentingan.

Pada awal tahun ini, pihak pemerintah memang telah meresmikan dimulainya proyek pembangunan hunian vertikal atau rusun subsidi di Kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 

Agenda pembangunan ini terintegrasi ke dalam program 3 juta rumah yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Perkasa Roeslani memaparkan bahwa area pembangunan tersebut berdiri di atas lahan seluas 30 hektar yang pengerjaannya dilakukan secara bertahap, dengan target kapasitas hunian mencapai total 14.000 unit apartemen.

"Kan rencana dari 12,8 hektare ini, itu kita akan bangun totalnya menjadi 18 tower. Itu perhitungannya kalau jadi dengan 32 lantai, kurang lebih itu antara Rp14 [triliun] sampai Rp16 triliun," kata Rosan kala itu.

Rosan menambahkan bahwa Danantara bertindak penuh sebagai penyedia ekosistem pendanaan, sementara untuk pelaksanaan teknis di lapangan, Danantara dapat melibatkan sejumlah BUMN Karya untuk saling bersinergi.

"Dari pembiayaan kami akan dukung secara full. Di kami, kan, ada BUMN-BUMN Karya yang kami bekerja sama juga di dalam proyek ini. Tentunya bersama kontraktor swasta lainnya, kami akan berkolaborasi. Jadi, itu peran Danantara di proyek Meikarta ini," tandasnya.

Proyek di kawasan Meikarta ini sendiri dikelola oleh PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), yang merupakan entitas bisnis di bawah payung PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK). 

Area seluas 30 hektar tersebut berstatus sebagai lahan hibah yang diserahkan oleh Lippo Grup kepada pihak pemerintah.

Terkini