Atasi Macet Ketapang-Gilimanuk, Menhub Pisah Jalur Logistik

Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:48:02 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. [Foto: NET]

JAKARTA - Kementerian Perhubungan merancang beberapa opsi guna menekan potensi kepadatan di rute penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. 

Selain mempercepat proses pemulihan kondisi kapal serta sarana pelabuhan, pemerintah pun bakal memisahkan rute kendaraan logistik dengan penumpang demi mendongkrak daya tampung layanan, khususnya menjelang momen mudik Lebaran. 

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memaparkan, penumpukan di rute Ketapang-Gilimanuk dipicu oleh kendala kerusakan pada kapal berukuran besar yang semula beroperasi di pelintasan tersebut.

Imbasnya, pergerakan armada kendaraan dialihkan menuju pelabuhan yang dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry, namun daya tampungnya belum sanggup meredam lonjakan volume kendaraan, terutama armada truk logistik.

"Kemacetan di Ketapang-Gilimanuk terjadi karena ada kerusakan kapal besar sehingga perjalanan dialihkan ke pelabuhan yang dikelola ASDP. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan kapasitas,” kata Menhub di Jakarta, dikutip pada Sabtu (27/6/2026).

“Banyak kendaraan logistik yang menyeberang merupakan kendaraan besar, sementara ketika dipindahkan ke pelabuhan ASDP, kapasitasnya ternyata belum bisa mengakomodasi truk-truk besar tersebut," lanjut Dudy.

Menurut keterangannya, pihak Kementerian Perhubungan telah menginstruksikan PT ASDP untuk berkoordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur supaya pembenahan sarana pelabuhan bisa secepatnya dirampungkan agar daya tampung layanan kembali meningkat.

"Kami sudah meminta kepada ASDP untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar segera dilakukan perbaikan perlengkapan sehingga bisa digunakan kembali,” ujarnya.

“Selain itu, ada operator yang kapalnya sedang mengalami kerusakan sehingga kapasitas angkut lintasan Ketapang-Gilimanuk juga berkurang," katanya.

Dudy menghendaki proses pemulihan kapal serta sarana penyeberangan bisa secepatnya beres agar daya angkut kembali sediakala dan pelayanan terhadap publik menjadi lebih maksimal.

"Kami berharap perbaikan kapal ini bisa segera selesai sehingga kembali menjadi armada penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk," kata Dudy.

Sebagai jalan keluar jangka menengah, pemerintah turut merancang peningkatan daya tampung di Pelabuhan Celukan Bawang selaku zona khusus bagi angkutan logistik. 

Manajemen tersebut bakal diterapkan melalui pemisahan layanan armada barang dengan armada penumpang, serupa dengan sistem yang diimplementasikan pada pelintasan Merak-Bakauheni.

"Di Gilimanuk ada Celukan Bawang yang kapasitasnya akan ditingkatkan. Rencananya angkutan logistik akan difokuskan di sana. Polanya kurang lebih sama seperti di Merak-Bakauheni, jadi nanti ada pemisahan antara angkutan penumpang dan angkutan barang agar tidak terkonsentrasi di satu pelabuhan saja," kata Dudy.

Ia mengimbuhkan, pihak pemerintah membidik skema pemisahan ini sudah dapat dioperasikan paling lambat menjelang momen angkutan Lebaran, menimbang pergerakan arus lalu lintas di musim mudik jauh lebih padat ketimbang masa libur Natal dan Tahun Baru.

"Kami harapkan paling lambat saat Lebaran sudah siap. Karena kalau saat Natal dan Tahun Baru trafiknya tidak terlalu tinggi, tetapi saat Lebaran kami berharap pengaturannya sudah bisa berjalan," tegas Dudy.

Terkini