WBSA Resmi Akuisisi 99,99% Saham SJM demi Depo Peti Kemas

Jumat, 26 Juni 2026 | 21:10:31 WIB
Ilustrasi - PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA). (Foto: NET)

JAKARTA — Langkah ekspansi anorganik PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) terus berjalan dengan diselesaikannya proses akuisisi 99,99% saham PT Sinar Jatimitra (SJM). Aksi korporasi ini sengaja dilakukan demi memperkokoh kapabilitas operasional emiten dalam lini bisnis depo peti kemas.

Merujuk pada laporan keterbukaan informasi, WBSA merampungkan pembelian 10.929 lembar saham PT SJM milik PT Bina Sinar Amity (BSA) dengan nilai Rp11,48 miliar. 

Bersamaan dengan itu, perseroan juga membeli 5.384 lembar saham milik PT Kreasi Adisarana (KAS) senilai Rp5,65 miliar pada Kamis (25/6/2026). Melalui penyelesaian transaksi ini, pengendali penuh PT SJM kini sah berada di tangan perseroan dengan kepemilikan 99,999%.

Aksi pemilikan saham tersebut menjadi kelanjutan dari Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB) yang sudah disepakati pada 4 Oktober 2025, yang selanjutnya mengalami amendemen pada 17 April 2026. 

Direktur Utama WBSA Edwin Wibowo menjelaskan bahwa manuver korporasi ini merupakan bagian integral dari strategi besar perusahaan untuk memperkuat lini operasional logistik.

"Tujuan dari Rencana Transaksi tersebut adalah sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk melakukan internalisasi kapabilitas operasional pendukung dalam penyediaan layanan depo peti kemas, kata Edwin dalam keterbukaan infromasi, Jumat (26/6/2026)"

Lewat strategi ini, perseroan membidik peningkatan efisiensi kerja sekaligus menyajikan layanan logistik yang jauh lebih terintegrasi. Manajemen WBSA menganggap akuisisi ini bakal memberikan efek positif bagi roda operasional serta menyokong pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Di samping itu, perseroan memastikan bahwa langkah hukum ini tidak masuk dalam kategori transaksi material seperti yang tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 mengenai Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. 

Langkah ini juga dipastikan bukan transaksi afiliasi sebagaimana yang dimaksud dalam Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 terkait Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Kelanjutan Strategi Ekspansi

Pembelian PT SJM kian memperpanjang deretan aksi ekspansi anorganik yang dilakukan WBSA di sepanjang tahun ini. Pada kesempatan sebelumnya, perseroan telah memaparkan rencana untuk mengambil alih 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dengan total nilai mencapai Rp215 miliar.

Melalui akuisisi BIL, WBSA membidik penguatan posisi sebagai penyedia jasa logistik multimoda terintegrasi. Langkah ini sekaligus ditujukan untuk memperluas jangkauan pasar ke sektor pertambangan dan komoditas hulu yang memerlukan penanganan logistik dalam skala besar.

Selain memperbanyak basis pelanggan, proses penyatuan dengan BIL diproyeksikan mampu menekan biaya transportasi, mengoptimalkan pemanfaatan armada, memperlancar koordinasi antarmoda, serta meminimalkan ketergantungan pada vendor eksternal. 

BIL sendiri merupakan perusahaan holding yang menguasai hampir seluruh saham PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), yakni sebuah operator pelayaran domestik khusus angkutan barang tertentu dan jasa suporting industri tambang.

Berdasarkan perhitungan dari KJPP Kusnanto & Rekan, nilai pasar untuk 99,99% saham BIL berada di angka Rp222,68 miliar. Dengan demikian, nilai transaksi yang disepakati sebesar Rp215 miliar ini berstatus sekitar 3,45% lebih rendah dari nilai pasarnya.

Sebagai informasi, WBSA baru saja mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2026 melalui skema initial public offering (IPO). Melalui aksi tersebut, perseroan sukses menjaring dana segar sebesar Rp302,4 giga, di mana porsi terbesar dari dana IPO tersebut dialokasikan untuk membiayai ekspansi usaha melalui skema akuisisi.

Terkini