Strategi HERO Jaga Pertumbuhan Bisnis Lewat Guardian dan IKEA

Jumat, 26 Juni 2026 | 20:48:31 WIB
PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO). (Foto: NET)

JAKARTA – Pengelola jaringan ritel modern Guardian dan IKEA, PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), telah merancang beragam langkah strategis demi mempertahankan tren pertumbuhan kinerja bisnis mereka di sepanjang tahun 2026.

President Director DFI Retail Nusantara, Hadrianus Wahyu Trikusumo, mengungkapkan bahwa HERO kini tengah mempersiapkan program ekspansi gerai Guardian lewat sistem lisensi serta waralaba. 

Melalui metode ini, manajemen berharap akselerasi jangkauan jaringan Guardian ke berbagai daerah di Indonesia bisa berjalan lebih cepat. Saat ini, HERO masih merampungkan proses sertifikasi waralaba, sehingga ekspansi operasional untuk sementara waktu dialihkan menggunakan skema lisensi bisnis.

"Jadi, saat ini kami masih dalam proses untuk mendapatkan sertifikasi waralaba tersebut, jadi proses yang kami lakukan saat ini, kami membuka dengan lisensi bisnis," ujar Hadrianus, adalam agenda paparan publik, Kamis (25/6/2026).

Walau demikian, korporasi dipastikan bakal terus menambah jaringan gerai Guardian milik pribadi. Target utamanya adalah pusat perbelanjaan baru yang berada di lokasi-lokasi strategis dan memenuhi kriteria internal perusahaan.

Sementara itu, untuk lini bisnis IKEA, HERO memilih fokus memperkuat sektor digital ketimbang menambah toko fisik baru. Kebijakan ini diambil karena operasional toko IKEA berskala besar memerlukan biaya yang cukup tinggi, sehingga efisiensi dan optimalisasi kinerja toko yang sudah beroperasi menjadi prioritas utama saat ini.

"Karena kalau melihat store IKEA besar-besar itu cost-nya juga besar, jadi kita fokuskan memperbaiki atau mempertahankan store yang ada, jadi ekspansinya lebih kepada online," jelas manajemen.

Di tengah situasi ekonomi global maupun nasional yang penuh tantangan, manajemen mengklaim performa Guardian dan IKEA sejauh ini berjalan relatif stabil dan sesuai dengan target yang ditetapkan.

Indikator tersebut terlihat jelas pada performa finansial kuartal pertama tahun ini. HERO berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp 1,4 triliun, tumbuh 16% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 1,21 triliun. 

Seiring dengan hal itu, laba kotor korporasi terkerek naik 11% menjadi Rp 614 miliar. Manajemen meyakini raihan tersebut membuktikan ketahanan perusahaan dalam mengembangkan bisnis sekaligus menjaga profitabilitas lewat pengelolaan produk yang tepat serta efisiensi operasional.

Tingkat profitabilitas HERO juga menunjukkan lonjakan yang berarti. Laba dari operasi yang berkelanjutan tercatat menyentuh angka Rp 52 miliar, melonjak dari capaian kuartal I-2025 yang sebesar Rp 11 billion. 

Melalui hasil itu, laba tahun berjalan pada kuartal I-2026 terkumpul sebanyak Rp 87 miliar, melesat tajam dibanding perolehan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 27 miliar.

Pihak manajemen tidak menampik bahwa dinamika ekonomi saat ini memberikan tekanan besar bagi dunia industri, khususnya menyangkut lonjakan harga bahan baku yang ikut mengerek beban operasional. Kendati demikian, perusahaan berkomitmen penuh untuk menjaga kinerja keuangan agar tetap positif pada sisa kuartal tahun ini.

Terkait target finansial secara mendetail, manajemen memilih untuk tidak memaparkan proyeksi angka secara rinci. Namun, HERO menegaskan fokus utamanya adalah menjaga ritme pertumbuhan yang sejauh ini masih selaras dengan rencana kerja internal.

“Full year kami tidak bisa kasih prediksi, tapi so far hasil kuartal I dan pencapaian Mei Guardian dan IKEA masih oke. On track sesuai target yang sudah kami sepakati,” tandasnya.

Terkini