AGI Sebut Game Indonesia Punya Keunikan Tembus Pasar Global

Kamis, 25 Juni 2026 | 20:36:01 WIB
Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein. (Foto: NET)

JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein menilai bahwa para pengembang game asal Indonesia mempunyai modal keuntungan lewat keunikan budaya lokal yang mampu mendongkrak pemasaran game lokal ke ranah internasional.

“Karena pasar itu luas jadi kami mencoba mencapai pasar global dan saya pikir kami memiliki keuntungan dari hal-hal yang unik yang bisa kami tunjukkan ke pasar global,” ujar Shafiq pada sesi diskusi panel MoU Coda bersama Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Sosok yang juga menjabat sebagai CEO Gambir Studio ini menyebutkan bahwa para pencinta game pada masa sekarang cenderung lebih memburu game buatan pengembang indie ketimbang game AAA (Triple-A) yang menelan biaya pengembangan serta pemasaran yang besar.

Kendati demikian, dia menjelaskan bahwa para pengembang game indie masih menemui jalan terjal untuk menjangkau pasar internasional lantaran keterbatasan anggaran promosi, berbeda dengan industri game di wilayah Barat atau Eropa yang telah mempunyai standar sekaligus ekosistem matang yang mempermudah akses ke pasar global.

Shafiq menegaskan perlunya sinergi antara pihak asosiasi dan pemerintah demi memperluas akses pemasaran bagi para pengembang dalam negeri agar mampu bersaing di kancah internasional, serta menyusun program yang membuat akses pasar menjadi lebih terbuka.

“Kami kekurangan akses pasar global, sekarang penerbit, investor, mereka sudah memiliki standar tersendiri untuk segalanya, tapi sebagai pengembang game lokal kami masih memiliki banyak studio baru yang muncul setiap bulan dan ada gap talenta spesialisasi,” ucapnya lagi.

Dia juga menambahkan perlunya ketersediaan akses pasar global serta sokongan dana yang mampu menjamin keberlangsungan bisnis di sektor industri game. 

Di samping itu, penyusunan regulasi yang relevan dengan laju perkembangan teknologi yang masif juga krusial agar industri game tanah air mampu bertahan di tengah ketatnya kompetisi global.

AGI pun menyatakan dukungannya terhadap komitmen Kementerian Ekraf dalam membangun perusahaan game yang berkelanjutan di Indonesia, melalui program pelatihan talenta industri game sekaligus penyediaan akses ke berbagai agenda internasional demi memperkenalkan potensi pengembang game asal Indonesia.

Terkini