Eksplorasi Sukses, Petronas Temukan 1 Miliar Barel Migas di Suriname

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:39:02 WIB
Perusahaan energi asal Malaysia, Petronas. (Foto: NET)

JAKARTA – Perusahaan energi asal Malaysia, Petronas, mengumumkan pencapaian delapan penemuan eksplorasi di lepas pantai Suriname yang menyimpan potensi sumber daya melebihi 1 miliar barrel setara minyak (boe). 

Temuan cadangan ini diungkapkan oleh Chief Operating Officer Petronas, Mohd Jukris Abdul Wahab, dalam konferensi energi di Paramaribo, Selasa (24/6/2026). 

Penemuan di Blok 52 ini mengukuhkan posisi wilayah tersebut sebagai kawasan eksplorasi yang sangat potensial di Amerika Selatan. Selain minyak, perusahaan juga menemukan cadangan gas dengan prospek komersial yang menjanjikan.

Keberhasilan ini memperkuat strategi diversifikasi portofolio Petronas di luar Malaysia sekaligus menegaskan posisi mereka di tengah ketatnya persaingan energi global. Jukris menjelaskan bahwa delapan penemuan eksplorasi di Blok 52 telah membuka potensi lebih dari satu miliar barrel setara minyak.

"Hingga saat ini, kami telah melakukan delapan penemuan eksplorasi yang sukses, membuka potensi lebih dari satu miliar barrel setara minyak, sambil terus memajukan solusi rendah karbon, operasi yang aman, dan investasi pada sumber daya manusia, teknologi, dan kemampuan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi negara," ujar Jukris.

Capaian ini dinilai sebagai fondasi penting bagi pengembangan energi jangka panjang di Suriname. Di samping meningkatkan produksi, Petronas berkomitmen untuk terus mengedepankan standar keselamatan, teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia. 

Saat ini, Blok 52 menjadi salah satu aset strategis bagi perusahaan karena lokasinya yang berada di koridor geologi "Golden Lane", kawasan yang dikenal memiliki kemiripan karakteristik dengan lapangan migas besar lainnya.

Terkait pengembangan gas alam, Petronas telah menetapkan penemuan gas Sloanea di Blok 52 sebagai aset layak komersial dan diperkirakan akan mengambil keputusan investasi final (FID) pada tahun ini. 

Langkah ini sangat krusial bagi pengembangan portofolio gas Petronas di tengah meningkatnya kebutuhan energi global akan sumber yang lebih rendah emisi.

Pemerintah Suriname menyambut positif keberhasilan ini. Presiden Suriname, Jennifer Simons, menyatakan bahwa penemuan tersebut merupakan kabar baik bagi negaranya.

"Ini benar-benar kabar baik untuk kami," ungkap Simons.

Menurutnya, temuan ini akan menjadi pijakan bagi berbagai pengembangan proyek minyak dan gas di masa depan yang lebih cerah bagi Suriname. Pemerintah Suriname kini berupaya meniru keberhasilan Guyana dalam mentransformasi sektor energi melalui kemitraan dengan perusahaan internasional.

Sementara itu, Menteri Perminyakan Suriname, Patrick Brunings, menargetkan produksi perdana dari sumber daya lepas pantai negaranya mulai beroperasi pada 2028 melalui konsorsium yang dipimpin oleh TotalEnergies. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah tengah membuka putaran perizinan untuk area seluas 70.000 kilometer persegi. 

Terkait potensi gas, Brunings menegaskan bahwa jika volume cadangan mencukupi, Suriname berpeluang membangun industri bauksit, petrokimia, serta fokus pada ekspor gas untuk memenuhi kebutuhan global.

Terkini