Targetkan Pendapatan Rp 1 Triliun, GTRA Siapkan Tambahan 600 Armada

Selasa, 23 Juni 2026 | 21:05:01 WIB
PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) mengincar capaian pendapatan di kisaran Rp 1 triliun pada tahun 2026. Target ini diharapkan tercapai berkat dorongan pertumbuhan permintaan dari sektor fast moving consumer goods (FMCG) dan e-commerce, serta langkah strategis perusahaan dalam menambah jumlah armada.

Direktur Keuangan Grahaprima Suksesmandiri, Ronny Senjaya, mengungkapkan bahwa situasi ketidakpastian ekonomi, baik di tingkat global maupun domestik, sejauh ini belum memberikan dampak berarti terhadap operasional bisnis GTRA. 

"Bisnis kami tidak menurun karena pelanggan FMCG dan e-commerce sebagai basis utama masih sangat kuat meskipun terdapat fluktuasi global maupun domestik," ucapnya dalam Paparan Publik, Selasa (23/6/2026).

Guna memacu pertumbuhan bisnis, GTRA berencana melakukan pengadaan sekitar 600 unit armada baru hingga penghujung 2026. 

Dengan penambahan tersebut, total armada operasional GTRA diproyeksikan melonjak menjadi sekitar 1.800 unit, dari jumlah saat ini yang berada di kisaran 1.200 unit. 

Ronny menyebut bahwa ekspansi armada ini ditujukan untuk memenuhi lonjakan permintaan pelanggan, utamanya pada sektor distribusi barang konsumsi dan e-commerce.

"Melihat perkembangan bisnis yang berjalan, tren permintaan pelanggan, serta rencana penambahan armada, kami menargetkan pendapatan sekitar Rp 1 triliun pada tahun 2026," kata dia.

Selain memperluas kapasitas armada, GTRA kini fokus meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan, khususnya untuk wilayah Jawa Timur. Perusahaan juga tengah mematangkan rencana perluasan jaringan hingga ke Makassar guna memperkokoh jangkauan logistik nasional.

Dari sisi operasional, GTRA mematok target tingkat utilisasi armada agar naik ke kisaran 90%-95%, dari level historis yang berada di angka 80%-85%. Sasaran ini bakal ditempuh melalui perbaikan proses perawatan kendaraan, penguatan manajemen operasional, dan optimalisasi sistem pendukung. 

GTRA juga terus mengembangkan fasilitas pool terintegrasi di Deltamas yang dilengkapi dengan workshop internal serta pusat pelatihan untuk menekan biaya operasional.

Di samping itu, GTRA kini mulai mengakselerasi transformasi digital melalui pengembangan model logistics technology (logtech). Langkah ini diarahkan untuk memperkuat visibilitas rantai distribusi, pengendalian operasional, serta integrasi proses bisnis perusahaan.

Sebagai informasi, sepanjang kuartal I-2026, GTRA berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 198,21 miliar, atau melonjak 45,30% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 136,42 miliar. 

Sementara itu, laba bersih perusahaan ikut tumbuh 12,69% menjadi Rp 20,17 miliar dari posisi sebelumnya di angka Rp 17,90 miliar.

Kinerja gemilang ini menjadi kelanjutan dari tren pertumbuhan perusahaan sepanjang 2025. Tahun lalu, GTRA mencatat pendapatan sebesar Rp 656,30 miliar, meningkat dari capaian tahun 2024 yang sebesar Rp 428,93 miliar. 

Adapun laba bersih perusahaan tahun lalu juga naik menjadi Rp 69,28 miliar dari sebelumnya Rp 39,48 miliar.

Terkini