Jaga Kelestarian Hutan, Kemenhut Ajak Pemprov Papeg Tanam Pohon

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:23:31 WIB
Ilustrasi gedung Kementerian Kehutanan. [Foto: NET]

WAMENA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memotivasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) untuk melakukan penanaman pohon demi memelihara kelestarian area hutan di wilayah tersebut.

Dewan Penasehat Ahli Indonesia’s Folu Net Sink 2030 Kemenhut RI Ruanda Agung Sigardiman menyerahkan secara simbolis bibit pohon kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Papua Pegunungan Lince Kogoya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Ruanda Agung Sigardiman di Wamena, Selasa (23/6/2026), menyebut bahwa menanam pohon sangat bagus guna memelihara keseimbangan ekosistem hutan khususnya di Indonesia.

“Penyerahan tanaman atau pohon secara simbolis itu bertujuan mendorong pemerintah daerah di Papua Pegunungan untuk menjaga kelestarian kawasan hutan, semakin banyak pohon yang ditanam maka hutan akan semakin baik serta menambah tutupan-tutupan hutan di Papua Pegunungan,” katanya.

Selaras dengan laporan Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, kata dia, wilayah hutan di Papua Pegunungan telah dialihfungsikan guna mendirikan area perkantoran serta perumahan warga sehingga banyak lahan hutan yang sudah digunduli.

“Oleh sebab itu melalui program Indonesia’s Folu Net Sink 2030 salah satu kegiatan utamanya untuk menambah tutupan hutan atau memperbanyak kayu atau pohon supaya kawasan hutan di Papua Pegunungan ini tetap terjaga baik,” ujarnya.

Dia membenarkan kawasan hutan di Papua Pegunungan menjadi salah satu “benteng” dalam menyukseskan agenda reduksi gas karbon emisi rumah kaca.

“Papua Pegunungan dan Pulau Papua secara umum manfaatnya dalam penurunan gas karbon emisi rumah kaca sangat besar. Kalau saya bilang hutan Papua secara keseluruhan adalah the last warrior bagi stok karbon Indonesia karena tutupan hutannya masih di atas 70 persen,” katanya.

Dia menyelisik di Pulau Jawa yang padat penghuni atau 60 persen penduduk Indonesia bermukim di Pulau Jawa, area tutupan hutannya tinggal menyisakan 18 persen.

“Dengan kondisi seperti ini produksi oksigen di Pulau Jawa itu sangat kurang untuk jumlah penduduk yang begitu banyak. Kalimantan sudah mulai berkurang, Sumatera karena sering terjadi kebakaran menyebabkan tutupan hutannya pun mulai berkurang, maka Papua menjadi harapan Indonesia untuk tetap menjaga tutupan hutannya,” ujarnya.

Terkini