BPDP dan ASPEKPIR Ekspor Perdana 28 Ton Lidi Sawit ke China

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:58:31 WIB
Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono. (Foto: NET)

JAKARTA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkolaborasi dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia sukses memberangkatkan pengapalan perdana 28 ton lidi sawit menuju China. 

Prosesi pelepasan tersebut diselenggarakan di gudang PT Arra Setya Abadi, Belawan, Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (17/6/2026).

Komoditas lidi sawit yang diekspor tersebut dihimpun dari perkebunan kelapa sawit yang tersebar di wilayah Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Produk ini berhasil dikumpulkan dan dikelola oleh para petani sawit, pelaku UMKM, serta koperasi di bawah naungan ASPEKPIR, melalui rangkaian program pemberdayaan yang digagas bersama BPDP.

Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, menuturkan bahwa agenda ekspor perdana ini adalah realisasi dari serangkaian program pemberdayaan UMKM yang telah dijalankan ASPEKPIR bersama BPDP di berbagai titik wilayah Riau dan Sumatera Utara.

“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” kata Setiyono.

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, melalui pesan tertulis yang disampaikan oleh Anwar Sadat, menyatakan bahwa pihaknya secara konsisten telah melakukan promosi mengenai potensi nilai tambah ekonomi dari produk samping maupun limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit, sejak tahun 2024.

Pihaknya menambahkan, serangkaian pelatihan produksi lidi sawit telah digelar di berbagai daerah, seperti Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Pasang Kayu di Sulawesi Barat. Inisiatif tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas petani serta menjamin mutu produk agar sesuai dengan standar pasar global.

“BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya.

BPDP memandang pengembangan sektor lidi sawit memiliki prospek cerah, mengingat kegunaannya yang fleksibel sebagai bahan baku ekspor maupun bahan kerajinan bagi UMKM lokal.

Sementara itu, Direktur Utama PT Arra Setya Abadi, Ilham Setiadi, menyampaikan bahwa pihaknya bersama ASPEKPIR dengan dukungan BPDP telah intensif melakukan pendampingan serta sosialisasi pengembangan usaha ekspor lidi sawit sejak akhir 2024. 

Ia mencatat bahwa permintaan pasar internasional untuk lidi sawit menunjukkan tren kenaikan, sehingga peluang bisnis ini terbuka lebar bagi petani dan UMKM di kawasan sentra perkebunan sawit.

Setiyono mengungkapkan setidaknya ada tujuh koperasi anggota ASPEKPIR yang berpartisipasi dalam penyediaan bahan baku lidi sawit untuk pasar China. Langkah ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi positif bagi sekitar 2.800 anggota koperasi.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan apresiasi tinggi atas capaian ekspor perdana ini. Tsarwah, perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara, menekankan bahwa daerahnya memiliki kapasitas besar dalam mengoptimalkan produk turunan berbahan limbah kelapa sawit.

“Kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi petani, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan keberhasilan ekspor seperti ini,” katanya.

Sebagai pelengkap rangkaian acara, BPDP dan ASPEKPIR juga mengadakan lokakarya mengenai praktik ekspor lidi sawit di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Kamis (18/6/2026). 

Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 peserta dan mencakup penandatanganan nota kesepahaman antara koperasi sawit dengan pihak eksportir guna menggenjot produksi lidi sawit yang siap ekspor.

Terkini