Eala Tembus Semifinal Berlin Usai Tundukkan Elina Svitolina

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:35:32 WIB
Petenis Filipina Alexandra Eala. (Foto: NET)

JAKARTA – Petenis asal Filipina, Alexandra Eala, kembali mencatatkan kemenangan impresif dengan menumbangkan petenis peringkat delapan dunia, Elina Svitolina, pada babak perempat final Berlin Tennis Open 2026. Hasil ini diraih setelah sebelumnya ia sukses mengalahkan peringkat dua dunia, Elena Rybakina, di babak 16 besar.

Atlet berusia 21 tahun tersebut menundukkan unggulan keenam, Svitolina, dengan skor 6-3, 6-4 dalam durasi 1 jam 23 menit, sekaligus mengantarkannya ke babak semifinal turnamen WTA 500 itu untuk kali pertama.

"Elina adalah petarung yang hebat, dan saya telah melihatnya berkali-kali," kata Eala seusai pertandingan, Sabtu (20/6/2026).

"Saya telah mengawasinya sejak saya masih kecil, jadi bisa bersaing dengannya hari ini adalah suatu kehormatan, dan saya sangat mengaguminya. Dia adalah seorang ibu, dan menurut saya dia bertindak dengan keanggunan dan kekuatan, dan saya sangat beruntung bisa menjalani pertandingan ini hari ini," ujar dia menambahkan.

Pencapaian tersebut menandai kemenangan keenam Eala atas petenis peringkat 10 besar sepanjang kariernya. Sempat gagal mengamankan servis pada kesempatan pertama, ia mampu meredam tekanan Svitolina di akhir laga guna memastikan tiket ke empat besar. 

Selanjutnya, Eala akan menantang Linda Noskova yang sukses menyingkirkan Paula Badosa. Pertandingan ini menjadi ajang balas dendam bagi Eala setelah sebelumnya kalah telak di Indian Wells.

Dalam laga perempat final ini, Eala tampil nyaris sempurna dengan mencatatkan 19 winner dan hanya melakukan sembilan kesalahan sendiri. 

Ia mendominasi laga sejak awal, sempat unggul 2-0 dan 4-1, sebelum Svitolina mencoba mengejar hingga 4-3. Namun, Eala segera mematahkan servis lawannya dan menutup set pembuka dengan forehand winner.

Skenario serupa terjadi pada set kedua. Eala melakukan break cepat untuk memimpin 2-0, namun Svitolina sempat menyamakan skor menjadi 2-2. 

Eala kembali mengambil alih kendali dengan break krusial untuk unggul 3-2. Meski Svitolina sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 5-4, Eala menutup laga dengan empat poin beruntun yang diakhiri oleh backhand winner.

"Itu adalah momen tersulit dalam pertandingan," ujar Eala.

"Itu tidak mudah, terutama ketika dia comeback dan menjadi lebih agresif. Banyak faktor yang berperan, namun pada akhirnya, kami mampu membayangkan semua yang tersisa di otak kami, dan itu berakhir dengan baik."

Terkini