Saham Pilihan di Tengah Euforia Piala Dunia 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:14:31 WIB
TVRI (Televisi Republik Indonesia). (Foto: NET)

JAKARTA - Ajang Piala Dunia 2026 telah berjalan selama sepekan. Sejumlah emiten domestik ikut terlibat dalam penayangan kompetisi sepak bola terbesar bagi pemain muda tersebut.

TVRI, selaku pemegang hak siar Piala Dunia 2026 di Indonesia, menjalin kerja sama dengan PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) serta PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) untuk menghadirkan layanan Over The Top (OTT). 

IRSX menyajikan layanan streaming melalui aplikasi FolaPlay, sementara TLKM terlibat lewat platform OTT MAXStream milik anak usahanya, PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel. 

Selain itu, IRSX menggandeng PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) untuk layanan broadband lewat produk Internet Rakyat (IRA) dan terhubung dengan ekosistem PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melalui GoPay.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa momentum Piala Dunia berpeluang memberikan dampak positif bagi emiten yang terlibat langsung dalam ekosistem siaran maupun layanan pendukung. 

Menurutnya, IRSX menjadi emiten yang berpotensi meraih manfaat paling langsung karena berperan sebagai mitra OTT resmi TVRI untuk menayangkan pertandingan lewat platform FolaPlay.

“Momentum ini menjadi revenue generator bagi IRSX karena pendapatannya berasal dari penjualan paket premium dan layanan digital yang dimonetisasi langsung kepada pengguna,” jelasnya, Jumat (19/6). 

Nafan menambahkan, kolaborasi IRSX dengan GoPay dan WIFI menunjukkan strategi akuisisi pengguna yang terintegrasi dari sisi infrastruktur, platform, hingga sistem pembayaran digital.

Di sisi lain, Equity Research Analyst Christian Sitorus menilai dampak Piala Dunia 2025 terhadap pendapatan TLKM tidak signifikan, meski positif bagi engagement digital dan trafik data. 

Berdasarkan hitungannya, kontribusi paket Bola Gembira MAXStream TV yang dihargai Rp 25.000–Rp 85.000 tergolong kecil terhadap total pendapatan konsolidasi TLKM 2025 sebesar Rp 146,7 triliun.

“Paket Bola Gembira bersifat non-recurring dan tidak auto-renew, sehingga peningkatan penggunaan kemungkinan besar hanya sementara dan event-driven,” kata Christian.

Christian memaparkan bahwa monetisasi terlihat cukup kompetitif mengingat akses Piala Dunia tersedia di berbagai platform. TVRI menyiarkan pertandingan secara gratis, sedangkan MAXStream menyediakan paket berbayar. 

Persaingan juga datang dari Transvision, Indovision, dan K-Vision yang memberikan akses tanpa biaya tambahan bagi pelanggan aktif, sehingga ruang monetisasi Telkomsel menjadi lebih terbatas.

“Sehingga, World Cup lebih berpotensi menjadi katalis jangka pendek untuk engagement dan exposure digital ecosystem TLKM dibanding pengubah fundamental grup secara material,” kata Christian.

Sementara itu, Tim Riset Phintraco Sekuritas berpendapat bahwa WIFI dan IRSX berada di posisi yang cukup baik untuk menangkap peningkatan trafik data dan aktivitas streaming selama turnamen. 

Menurutnya, momentum Piala Dunia 2026 dapat memicu percepatan basis pengguna. Meningkatnya aktivitas streaming akan mendorong kebutuhan masyarakat terhadap internet rumah yang lebih stabil dan terjangkau.

Untuk menangkap peluang tersebut, WIFI menawarkan program Internet Rakyat yang menyediakan layanan hingga 100 Mbps dengan biaya Rp 100.000 untuk tiga bulan pertama atau setara Rp 33.000 per bulan. 

Tim Riset Phintraco Sekuritas menyebut bahwa dengan harga yang jauh lebih kompetitif, program ini memiliki daya tarik kuat bagi konsumen yang mencari alternatif layanan dengan biaya rendah.

“Program Internet Rakyat juga memperoleh akses ke platform OTT FolaPlay milik IRSX. Skema bundling antara layanan FBB dengan OTT tersebut menciptakan sinergi yang menarik bagi kedua emiten,” tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas.

Mereka menyebut bagi WIFI, bundling tersebut dapat meningkatkan daya tarik layanan dan mendukung akuisisi pelanggan baru. Sementara itu, IRSX berada di posisi baik untuk menangkap peningkatan konsumsi konten digital. 

Dalam hitungan Tim Riset Phintraco Sekuritas, WIFI saat ini diperdagangkan pada PBV 0,93 kali atau relatif di bawah nilai bukunya, yang dinilai menawarkan potensi keuntungan menarik di tengah ekspansi yang dilakukan. 

Adapun IRSX diperdagangkan pada PBV 5,51 kali, yang menurut Tim Riset Phintraco Sekuritas, merupakan valuasi yang relatif premium dibandingkan peers seiring ekspektasi pasar terhadap potensi pertumbuhan IRSX.

Terkini