Cara Mencegah HP dan Laptop Rusak akibat Pemadaman Listrik

Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:50:31 WIB
Ilustrasi pemadaman listrik. [Foto: via Kompas.com]

JAKARTA — Pemadaman listrik yang terjadi berulang di Pulau Jawa tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mempercepat kerusakan perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, tablet, hingga komputer pribadi (PC). 

Risiko terbesar justru muncul saat aliran listrik kembali menyala karena adanya lonjakan tegangan yang dapat merusak komponen internal perangkat.

Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia Aryo Meidianto mengatakan, banyak masyarakat mengira perangkat elektronik aman selama listrik padam. Padahal, ancaman utama justru terjadi ketika pasokan listrik kembali normal.

"Saat itu terjadi, lonjakan arus atau power surge yang bisa merusak komponen internal, mulai dari charger, baterai, port pengisian, hingga motherboard perangkat," ujarnya, dikutip pada Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, apabila kondisi tersebut terjadi berulang, dampaknya bersifat akumulatif sehingga dapat memperpendek usia pakai komponen elektronik yang seharusnya mampu bertahan selama bertahun-tahun. 

Aryo menjelaskan, risiko juga meningkat apabila perangkat sedang diisi daya ketika listrik padam lalu kembali menyala secara tiba-tiba. Perubahan arus secara mendadak berpotensi memicu lonjakan tegangan yang merusak charger, baterai, maupun sirkuit pengisian daya.

Oleh karena itu, dia menyarankan pengguna segera mencabut charger apabila muncul tanda-tanda listrik tidak stabil, seperti lampu berkedip atau indikasi akan terjadi pemadaman.

"Kalau lampu mulai kedip-kedip atau ada tanda-tanda mati listrik, segera cabut charger," sarannya.

Untuk meminimalkan risiko kerusakan, Aryo menyarankan masyarakat mencabut seluruh steker perangkat dari stopkontak ketika listrik mulai tidak stabil atau saat terjadi pemadaman. 

Langkah tersebut dinilai paling efektif untuk menghindari lonjakan arus ketika listrik kembali menyala.

Selain itu, penggunaan stopkontak yang dilengkapi pelindung lonjakan tegangan (surge protector) juga dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap perangkat elektronik. 

Aryo juga mengingatkan pentingnya menggunakan charger asli karena umumnya telah dilengkapi sistem perlindungan arus yang lebih baik dibandingkan produk tidak resmi.

Bagi pengguna komputer maupun server yang menyimpan data penting, Aryo merekomendasikan penggunaan Uninterruptible Power Supply (UPS). 

Perangkat tersebut tidak hanya menyediakan daya cadangan sementara, tetapi juga membantu menstabilkan tegangan sehingga pengguna memiliki waktu untuk menyimpan pekerjaan dan mematikan perangkat dengan aman.

"Saat listrik kembali, jangan nyalakan semua perangkat sekaligus. Hidupkan secara bertahap agar tidak membebani arus listrik," tuturnya.

Dia menambahkan pekerja yang mengandalkan laptop, PC, atau tablet untuk aktivitas harian juga perlu melakukan pencadangan data secara berkala, baik ke layanan cloud maupun media penyimpanan eksternal berbasis solid-state drive (SSD). 

Pasalnya, lonjakan listrik tidak hanya berpotensi merusak perangkat keras, tetapi juga menyebabkan kerusakan file maupun media penyimpanan.

Selain UPS, masyarakat juga dapat memanfaatkan power bank sebagai sumber daya cadangan untuk smartphone dan tablet. 

Namun, dia mengingatkan agar pengguna memilih produk berkualitas karena power bank murah justru berpotensi memengaruhi kesehatan baterai perangkat.

Lebih lanjut Aryo menjelaskan, setiap perangkat pendukung memiliki fungsi berbeda. Surge protector berfungsi melindungi perangkat dari lonjakan tegangan dan cocok digunakan untuk televisi, komputer, maupun konsol gim. 

Sementara itu, UPS menjadi pilihan utama untuk komputer dan perangkat kerja yang menyimpan data penting karena mampu memberikan daya sementara sekaligus menstabilkan tegangan.

Dia menilai, salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan masyarakat ialah membiarkan charger tetap terpasang saat listrik padam atau bahkan mengisi daya ponsel ketika pasokan listrik belum stabil. Kebiasaan tersebut meningkatkan risiko kerusakan saat listrik kembali menyala.

Selain itu, banyak pengguna langsung menyalakan seluruh perangkat elektronik secara bersamaan setelah listrik pulih. Menurutnya, langkah tersebut dapat membebani arus listrik secara mendadak dan meningkatkan potensi kerusakan perangkat.

Aryo juga menyarankan masyarakat mematikan pemutus arus atau miniature circuit breaker (MCB) saat terjadi pemadaman guna mengurangi risiko lonjakan tegangan ketika pasokan listrik kembali normal.

"Intinya, waspada di momen listrik mati dan nyala lagi. Tindakan sederhana seperti mencabut charger saat kondisi mati listrik bisa menyelamatkan perangkat dari kerusakan," katanya.

Terkini