Bahaya Menyiram Peace Lily dengan Air Keran

Jumat, 19 Juni 2026 | 05:33:01 WIB
Tanaman Peace Lily. (Foto: NET)

JAKARTA - Peace lily menjadi salah satu tanaman hias yang digemari banyak orang. Pesonanya terpancar dari perpaduan daun hijau mengkilap dengan bunga putih yang menawan. 

Di balik fungsinya mempercantik ruangan, tanaman tropis ini memiliki segudang manfaat, mulai dari menyaring polusi hingga meningkatkan kelembapan rumah. Bahkan, perawatan yang tepat membuat peace lily mampu menyerap spora jamur di udara.

Meskipun dikenal tangguh, tanaman ini dapat mengalami kendala jika perawatannya keliru. Salah satu kesalahan fatal yang sering tidak disadari adalah penggunaan air keran.

Spesialis produk di Serenata Flowers, Natalie Devereux, menyebutkan bahwa peace lily sangat sensitif terhadap air keran. 

"Bila memungkinkan, gunakan air yang sudah disaring (filtrasi). Hindari penggunaan air keran karena umumnya mengandung fluorida, zat yang sangat tidak disukai oleh peace lily," ujar Devereux.

Selain jenis air, penyiraman yang terpaku pada jadwal kaku juga kerap menjadi kekeliruan. Kebutuhan air peace lily pada musim hujan tentu berbeda dengan musim kemarau yang panas. Tanaman ini juga rentan terhadap overwatering yang memicu pembusukan akar.

Untuk menjaga kesehatan tanaman, pastikan lapisan atas tanah sudah kering sebelum kembali disiram; Anda bisa mengecek kelembapan tanah dengan bantuan pensil atau sumpit. Selain itu, hindari genangan air pada pot agar akar tidak membusuk.

Kenali tanda-tanda pada tanaman Anda. Jika peace lily layu, itu pertanda dehidrasi dan butuh air. Namun, jika daunnya melorot dan menguning, segera hentikan penyiraman karena itu tanda kelebihan air.

Sebagai tanaman tropis, peace lily membutuhkan kelembapan tinggi. Pada musim hujan atau saat udara kering, rutinlah melakukan misting dengan menyemprotkan air secara halus ke bagian daun, bukan akar. 

Letakkan tanaman pada area dengan cahaya sedang hingga rendah. Peace lily akan berbunga optimal jika suhu ruangan minimal 15 derajat Celsius dengan kondisi tanah berdrainase baik. Terakhir, rutinlah menyeka daun dengan kain lembap agar debu tidak menghalangi proses fotosintesis.

Terkini