Tanggapan BEI Soal Hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:51:31 WIB
Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik. (Foto: NET)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi hasil pengumuman terbaru dari penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), mengenai MSCI Global Market Accessibility Review 2026. Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa secara umum poin-poin yang diumumkan MSCI tetap terjaga pada level positif. 

Sementara itu, sejumlah catatan yang memerlukan pembenahan dipandang sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang sedang dilaksanakan oleh BEI.

"Tentu kami mengapresiasi apa yang sudah disampaikan dan itu juga sudah menjadi bagian dari diskusi kami selama ini. Jadi tentu perbaikan-perbaikan akan terus kami lakukan. Yang pasti, satu hal adalah ke depan kami yakini akan menjadi lebih baik," ungkap Jeffrey di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Menindaklanjuti publikasi laporan tersebut, BEI berencana kembali menjalin komunikasi serta mengadakan pertemuan rutin dengan MSCI untuk mendapatkan penjelasan lebih mendalam atas aspek-aspek yang menjadi perhatian. 

Salah satu poin yang akan diklarifikasi berkaitan dengan ketersediaan informasi dalam bahasa Inggris.

Jeffrey menjelaskan bahwa menurut ketentuan bursa, emiten sudah diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan dalam dua bahasa. Oleh karena itu, BEI ingin memperoleh kejelasan mengenai jenis informasi apa saja yang dinilai belum sepenuhnya tersedia dalam bahasa Inggris.

"Sesuai peraturan Bursa, seluruh laporan keuangan itu sudah harus disampaikan dalam dua bahasa. Jadi yang dimaksud itu, apakah ada informasi lain, apakah yang disediakan oleh bursa saja atau yang disediakan juga oleh pihak-pihak lain di lingkungan pasar modal, Apakah emiten, apakah anggota bursa, apakah itu juga yang termasuk, ya tentu itu akan kami klarifikasi," ujar Jeffrey.

Selain itu, BEI akan mendalami perubahan penilaian pada aspek arus informasi yang dalam laporan MSCI turun dari kategori positif menjadi negatif. Jeffrey menyebut aspek tersebut memang merupakan bagian dari reformasi pasar modal yang terus disempurnakan. 

"Itu (arus informasi) bagian reformasi pasar modal yang kami lakukan. Disitu ada ruang untuk melakukan perbaikan dan perbaikan itu terus kami lakukan," tambahnya.

Meskipun ada beberapa catatan perbaikan, Jeffrey menekankan bahwa hasil tinjauan MSCI secara keseluruhan masih menunjukkan banyak aspek positif yang berhasil dipertahankan oleh pasar modal Indonesia. 

Ia juga berharap Indonesia dapat mempertahankan status sebagai pasar berkembang (Emerging Market) dalam klasifikasi MSCI, yang hasil evaluasinya akan diumumkan pada 23 Juni 2026 mendatang.

Sebagai informasi, dalam market accessibility review yang dirilis Kamis (18/6/2026), MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada aspek arus informasi menjadi negatif. 

Hal ini mencerminkan kurangnya keterbukaan data kepemilikan dan aktivitas pasar yang dinilai menghambat pembentukan harga wajar, serta membatasi kemampuan investor global dalam menilai free float saham secara akurat. 

Selain itu, MSCI menyoroti bahwa sejumlah informasi pasar saham Indonesia belum selalu tersedia lengkap dalam bahasa Inggris, yang dianggap membatasi akses investor asing.

Terkini