TikTok Resmi Rilis Fitur Mini Dramas dan Mini Games di Asia Tenggara

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:10:02 WIB
Platform Tiktok. (Foto: NET)

JAKARTA - TikTok resmi meluncurkan dua fitur terbaru, yakni Mini Dramas dan Mini Games untuk wilayah Asia Tenggara. Pengumuman ini disampaikan dalam gelaran TikTok Apps Summit 2026 di Singapura, Kamis (18/6/2026). 

Inovasi ini memungkinkan pengguna untuk menyaksikan serial drama pendek serta memainkan beragam gim sederhana secara langsung di dalam platform TikTok, tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.

Head of Business Marketing, APAC, TikTok, Ng Chew Wee, mengungkapkan bahwa kemudahan ini dirancang agar pengguna tidak perlu lagi menginstal banyak aplikasi. 

"Jadi, hanya dengan satu aplikasi TikTok, pengguna bisa menikmati Mini Dramas, Mini Game, hiburan, dan belanja," ucap Ng Chew Wee.

Merujuk pada laman resmi TikTok, Mini Dramas mengintegrasikan layanan pihak ketiga ke dalam aplikasi. Pengguna dapat melanjutkan tontonan drama dari platform lain secara langsung di TikTok, termasuk melakukan pembelian dalam aplikasi (in-app purchasing) jika konten tersebut berbayar. 

Hal yang serupa juga diterapkan pada fitur Mini Games, yang menyediakan berbagai permainan seperti teka-teki hingga gim kompetitif yang kompatibel untuk perangkat Android maupun iOS.

Pengguna dapat mengakses gim melalui kolom pencarian, sidebar profil, atau Minis Center. Selain itu, gim juga bisa disematkan oleh kreator ke dalam video pendek guna mendongkrak trafik. Meskipun telah diumumkan, TikTok belum menetapkan jadwal ketersediaan fitur ini secara menyeluruh di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

Ide Mini Dramas muncul akibat tingginya antusiasme pengguna terhadap konten drama pendek. Country Head, INSEA & ANZ Sensor Tower, Krishan Patel, menyatakan bahwa kategori drama pendek merupakan hiburan mobile dengan pertumbuhan tercepat, dengan 2,26 miliar unduhan secara global pada 2025. 

Asia Tenggara sendiri berkontribusi sebesar 32 persen dari total unduhan global dan mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 220 persen. Patel menambahkan bahwa pengguna di kawasan ini menghabiskan waktu rata-rata 40 menit setiap hari untuk menikmati drama pendek.

Bagi kreator dan jenama, format ini menawarkan peluang monetisasi dan engagement yang tinggi. Global Business Marketing, Strategy & Operation, APAC, TikTok, Christoper Junaidi, menyatakan bahwa audiens saat ini sudah terbiasa membayar untuk konten berkualitas. 

"Orang tua, teman-teman saya juga sudah ada yang beli. Literally, mereka beli drama (satu) episode. Jadi itu (konsumennya) ada banget," tutur Christoper Junaidi. 

"Misal kami sudah punya mini dramas yang views-nya banyak, saya yakin banyak brand yang tap-in (iklan) di mini dramanya mereka," imbuhnya.

Di sisi lain, pasar gim global diproyeksikan akan terus berkembang hingga mencapai 350 miliar dollar AS pada tahun 2030. Sebagai tambahan, TikTok juga memperluas kapabilitas AI dengan menyematkan model video berbasis AI milik ByteDance, Dreamnina Seedance 2.0, ke dalam TikTok Symphony. 

Platform ini mempermudah pengiklan maupun kreator dalam menciptakan konten video berkualitas tinggi secara otomatis hanya dengan menggunakan foto dan perintah.

Terkini