Pendapatan Bukaka (BUKK) Melesat 27,9% di Kuartal I-2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 01:47:31 WIB
PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK). (Foto: NET)

JAKARTA - Emiten manufaktur dan infrastruktur yang terafiliasi dengan Jusuf Kalla, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 867,9 miliar pada kuartal pertama tahun 2026. 

Merujuk pada laporan keuangan perusahaan, angka tersebut menunjukkan peningkatan penjualan sebesar 27,9% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan dengan raihan Rp 678,8 miliar pada periode yang sama di tahun 2025.

Pencapaian ini utamanya didorong oleh segmen oil and gas equipment dengan kontribusi sebesar Rp 78 miliar serta offshore maintenance services yang memberikan sumbangan Rp 61 miliar. 

Kinerja tersebut diikuti oleh segmen steel bridge, steel tower, dan passenger boarding bridge (PBB) yang masing-masing mencatatkan kontribusi Rp 54 miliar, Rp 37 miliar, serta Rp 28 miliar.

Selanjutnya, segmen galvanize, konstruksi PLTA, dan road construction equipment masing-masing menyumbangkan Rp 21 miliar, Rp 13 miliar, dan Rp 9 miliar. Sementara itu, special purpose vehicle memberikan kontribusi sebesar Rp 1 miliar. 

Meski pendapatan meningkat, laba bersih perusahaan justru terkoreksi 43% yoy, dari Rp 167 miliar menjadi Rp 95 miliar dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Di tengah berbagai tantangan domestik, Bukaka Teknik Utama tetap optimis dapat mencapai target penjualan sebesar Rp 4,1 triliun dan laba bersih Rp 333 miliar pada tahun ini. Direktur BUKK, Ade Nurkholis, menyatakan bahwa optimisme tersebut salah satunya ditopang oleh segmen Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kerinci dan Poso.

"Jadi (target ini) kontribusinya dari berbagai sektor, tapi untuk yang lumayan signifikan besarnya itu dari PLTA," ujarnya dalam paparan publik di kantor Bukaka Teknik Utama, Kamis (18/6/2026).

Selain itu, ia menuturkan bahwa Bukaka Teknik Utama optimistis dapat meraih keuntungan dari proyek jalur transmisi PLN yang sempat tertunda pada periode 2024-2025 dan direncanakan akan kembali difokuskan tahun ini. 

Ade menyoroti bahwa nilai proyek yang tersebar di wilayah Sumatra, Jawa, hingga Indonesia Timur tersebut mencapai belasan triliun rupiah.

"Kalau kami lihat belasan triliun rupiah, Bukaka dapat 10% saja sudah sekitar Rp 1 triliun, artinya itu luar biasa," ungkapnya.

Terkini