BSDE Tidak Bagikan Dividen Tahun Buku 2025, Ini Alasan Manajemen

Kamis, 18 Juni 2026 | 01:31:31 WIB
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). (Foto: NET)

JAKARTA – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) memutuskan untuk tidak menyetorkan dividen dari tahun buku 2025. Melalui RUPST yang diselenggarakan pada 17 Juni 2026, para pemegang saham telah menyepakati penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp2,55 triliun, di mana Rp2,00 miliar ditetapkan sebagai dana cadangan.

“Sedangkan sisanya sebesar Rp2,54 triliun dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung pengembangan usaha BSDE,” ungkap Hermawan Wijaya, Direktur BSDE, dalam keterbukaan informasi, Kamis (18/6/2026).

Hermawan menjelaskan, penguatan struktur permodalan melalui penahanan laba bersih merupakan langkah strategis guna mendukung pengembangan proyek baru, memperluas land bank, serta menjaga fleksibilitas keuangan BSDE dalam menangkap peluang usaha yang memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.

Di sisi lain, RUPSLB juga menyetujui sejumlah agenda. Pertama, perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait maksud, tujuan, dan kegiatan usaha, serta penyesuaian KBLI 2025, termasuk perubahan pasal keanggotaan Direksi dan Dewan Komisaris. 

Kedua, perubahan susunan pengurus, termasuk penerimaan pengunduran diri Muktar Widjaja sebagai Presiden Komisaris dan Michael J.P. Widjaja sebagai Wakil Presiden Direktur. Ketiga, pengangkatan anggota Dewan Komisaris baru.

Berikut susunan pengurus BSDE hingga RUPST tahun buku yang berakhir 31 Desember 2029:

Direksi

Presiden Direktur: Franciscus Xaverius R.D.

Direktur: Lie Jani Harjanto

Direktur: Syukur Lawigena

Direktur: Hermawan Wijaya

Direktur: Liauw Herry Hendarta

Direktur: Monik William

Direktur: Ir. Siswanto Adisaputro

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris: Teky Mailoa

Komisaris: Hongky J. Nantung

Komisaris Independen: Prof. Dr. Teddy Pawitra

Komisaris Independen: Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan

Komisaris Independen: Irhoan Tanudiredja

Memasuki tahun 2026, BSDE menilai prospek industri properti nasional tetap positif seiring pertumbuhan ekonomi, kebutuhan hunian, dan pengembangan infrastruktur. BSDE menargetkan prapenjualan sebesar Rp10 triliun pada tahun 2026 dengan fokus utama pada segmen residensial.

Segmen residensial diproyeksikan menjadi penggerak utama sebesar Rp5 triliun (50%), diikuti segmen komersial Rp3,50 triliun (35%), dan segmen lainnya Rp1,50 triliun (15%).

Hermawan menambahkan, dengan posisi keuangan yang solid dan aset berkualitas, BSDE berada dalam posisi yang baik untuk melanjutkan pertumbuhan. 

“Kami akan terus menjalankan strategi bisnis secara disiplin dan adaptif guna memanfaatkan peluang yang muncul sekaligus memberikan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” paparnya.

Terkini