Perkuat Bisnis Logistik, WBSA Resmi Akuisisi Bermuda Inovasi Logistik

Kamis, 18 Juni 2026 | 01:22:01 WIB
PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)

JAKARTA – PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) semakin membentangkan layar bisnisnya di sektor moda transportasi laut dengan mengakuisisi sebanyak 191.250 saham atau setara 99,99 persen PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL).

“Perseroan dan BNL telah menandatangani perjanjian akuisisi di mana BNL sepakat menjual dan perseroan sepakat membeli 99,99% saham dalam BIL,” ungkap manajemen WBSA dalam penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip, Kamis (18/6/2026).

BIL merupakan perusahaan holding dari PT Beruang Maritim Indonesia (BMI) yang bergerak di bidang marine shipping atau jasa pelayaran. 

Sebagai emiten yang menawarkan jasa logistik multimoda, WBSA menilai, akuisisi BIL selaras dengan arah pengembangan bisnis marine shipping perseroan dalam jangka panjang.

Terlebih lagi, BNL selaku penjual merupakan perusahaan holding yang memiliki penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) yang sama dengan WBSA yaitu Andree dan Edwin Wibowo. 

Keduanya memegang masing-masing 50% saham BNL. Saat ini Andree menjabat sebagai Komisaris Utama WBSA sekaligus Direktur BNL dan Edwin merupakan Direktur Utama WBSA sekaligus Komisaris BNL.

Dengan demikian, rencana akuisisi senilai Rp 215 miliar ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam UU Pasar Modal dan POJK 42/2020. 

Setelah transaksi akuisisi, baik WBSA maupun BIL nantinya sama-sama dikendalikan oleh Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd (TBK).

Mengingat, nilai transaksi lebih dari 50% yang tergolong dalam kategori transaksi material, WBSA akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pemegang saham independen pada Jumat (19/6/2026) untuk meminta persetujuan atas rencana akuisisi BIL tersebut.

Penting diketahui, transaksi akuisisi ini merupakan tindak lanjut dari rencana WBSA yang telah diungkap dalam prospektus penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada 2 April 2026. Karena itu, dana yang digunakan WBSA untuk akuisisi BIL juga bersumber dari dana IPO.

Manajemen WBSA menjelaskan, rencana pengambilalihan BIL ini didasarkan pada pertimbangan strategis dalam kerangka untuk memperkuat posisi perseroan sebagai penyedia layanan logistik multimoda terintegrasi di Indonesia.

Penguatan posisi tersebut meliputi ekspansi sektor industri dan jangkauan wilayah operasi. 

Di luar itu, WBSA juga ingin mendiversifikasi basis pelanggan dan melakukan pemerataan kontribusi industri. 

Selanjutnya, akuisisi saham BIL juga didasari atas pertimbangan sinergi operasional dan komersial, termasuk meningkatkan skala dan pangsa pasar.

“Dengan adanya pengambilalihan BIL, perseroan akan memperoleh kepemilikan pengendali atas BMI sebagai entitas operasional di bidang pelayaran dan mengintegrasikan kapabilitas angkutan laut yang telah beroperasi tersebut ke dalam kelompok usaha perseroan,” beber manajemen.

Penambahan kapabilitas tersebut, sambung manajemen, juga akan memungkinkan terjadinya integrasi yang lebih erat antara layanan laut dan jaringan angkutan darat serta fasilitas pergudangan yang telah dimiliki, sehingga penawaran jasa logistik multimoda WBSA menjadi lebih lengkap dan terintegrasi, menciptakan sinergi operasional dan komersial, memperbesar skala usaha, dan meningkatkan daya saing perseroan di segmen logistik B2B.

WBSA berharap, integrasi tersebut dapat berdampak positif kepada keuangan perseroan. 

Sebab, konsolidasi kinerja BMI, anak usaha BIL, ke dalam laporan keuangan WBSA dan sinergi yang dihasilkan berpotensi meningkatkan pendapatan dan laba bersih WBSA secara konsolidasian, sekaligus memperluas dan mendiversifikasi sumber pendapatan dalam jangka panjang.

Dari sisi pendapatan, WBSA diproyeksikan menerima tambahan pendapatan total menjadi Rp 3,155 triliun setelah akuisisi dibanding Rp 2,13 triliun pada 2025 dan laba bersih turun dari Rp 45,31 miliar pada 2025 menjadi Rp 40,74 miliar setelah akuisisi. 

Penurunan ini akibat kinerja BIL yang masih merugi sebesar Rp 4,57 miliar. Sementara dari total aset meningkat menjadi Rp 1,68 triliun setelah akuisisi dibandingkan Rp 1,02 triliun pada 2025.

“Peningkatan dan diversifikasi kinerja keuangan tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat kapasitas WBSA dalam menghasilkan arus kas operasional yang lebih stabil, mendukung kemampuan perseroan dalam membagikan dividen serta mendorong peningkatan nilai perusahaan secara berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” tandas manajemen WBSA.

Terkini