Jaga Likuiditas, BI Guyur Insentif KLM Rp418,1 Triliun

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:58:01 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: NET)

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) telah merealisasikan penyaluran insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) senilai Rp418,1 triliun sampai dengan pekan pertama Juni 2026. 

Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mempertahankan likuiditas perbankan sekaligus memacu penyaluran kredit pada sektor-sektor prioritas.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa otoritas moneter bakal terus memaksimalkan penerapan insentif KLM agar fungsi intermediasi perbankan senantiasa terjaga serta mampu menopang laju pertumbuhan ekonomi di tengah fluktuasi kebijakan moneter.

"Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan implementasi insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) untuk mendukung penyaluran kredit perbankan kepada sektor-sektor prioritas sehingga tetap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, Kamis (18/6/2026).

Hingga minggu pertama Juni 2026, akumulasi insentif KLM yang didistribusikan ke industri perbankan mencapai Rp418,1 triliun. Rinciannya, sebanyak Rp355,6 triliun disalurkan lewat lending channel, sementara Rp62,5 triliun sisanya melalui interest rate channel.

Kebijakan ini menjadi instrumen utama yang diandalkan BI dalam menjaga likuiditas perbankan di tengah ketidakpastian global, sekaligus memastikan tersedianya ruang ekspansi kredit meskipun terdapat penyesuaian arah kebijakan moneter. 

Insentif KLM juga diproyeksikan dapat membantu perbankan dalam mengelola biaya dana serta memelihara fungsi intermediasi, terutama saat tekanan terhadap suku bunga meningkat seiring dinamika ekonomi dan pasar keuangan global.

Terkini