Kebiasaan Harian yang Tanpa Sadar Merusak Postur Tubuh Anda

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:43:31 WIB
Ilustrasi - Akibat Duduk Terlalu Lama dengan Posisi Salah. (Foto: NET)

JAKARTA – Postur tubuh yang tidak ideal tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga berdampak buruk bagi kesehatan secara keseluruhan. Hal ini berkaitan erat dengan keseimbangan fungsi otot, tulang, sendi, serta kemampuan tubuh dalam menahan beban selama beraktivitas sehari-hari. 

Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa posisi tubuh tegak (power posture) mampu menekan hormon stres dan meningkatkan hormon testosteron, sehingga membuat seseorang merasa lebih percaya diri serta memiliki suasana hati yang lebih baik. 

Namun, sejumlah kebiasaan buruk justru membuat postur tubuh menjadi tidak proporsional. Berikut penjelasan dari dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, dr. Jansen Lee.

1. Sering Menunduk Saat Menggunakan Gadget Menatap layar ponsel sambil menunduk menjadi faktor utama memburuknya postur tubuh. Posisi ini memaksa leher bekerja ekstra menopang beban kepala yang terdorong ke depan. 

"Texting (mengetik pesan di ponsel) menyebabkan cedera pada leher, bungkuk, dan akhirnya sakit. Hal-hal seperti ini nih, yang paling sering terjadi pada zaman sekarang ini," ungkap dr. Jansen dalam talkshow Ageless Festival di City Hall, PIM 3, Sabtu (13/06).

Kebiasaan ini juga memicu bahu membulat (rounded shoulder). Saat kepala dan bahu terus tertarik ke depan, tubuh kehilangan garis gravitasi ideal. Dr. Jansen menyarankan agar posisi tubuh tetap tegak saat menggunakan ponsel.

2. Duduk Terlalu Lama dengan Posisi Salah Bagi pekerja kantoran, tinggi meja dan kursi yang tidak sesuai sering menjadi masalah yang terabaikan. 

"Banyak sekali orang tidak menyadari, ketika tinggi meja dengan tinggi kursinya tidak proporsional, itu akan memengaruhi tulang belakang, panggul, bahu, dan siku," papar dr. Jansen. 

Meja yang terlalu tinggi membuat bahu terangkat, sementara yang terlalu rendah memicu posisi membungkuk. Dampak ini memang tidak terasa instan, namun akan memengaruhi tubuh setelah berjam-jam mempertahankan pola yang keliru.

3. Membiarkan Tubuh Membungkuk Saat Berdiri Kondisi bungkuk atau kifosis mengubah distribusi beban saat tubuh melawan gravitasi. Saat berjalan dengan posisi kepala dan bahu condong ke depan, pinggang akan bekerja keras menyeimbangkan tubuh, sehingga area punggung bawah lebih cepat lelah. 

"Perubahan gravitasi tubuh tersebut akan menyebabkan gangguan pada postur tubuh," ujar dokter di RS Bunda Group ini. Postur buruk ini juga berdampak pada kualitas tidur, keseimbangan, hingga cara bernapas.

4. Kurang Bergerak dan Jarang Berolahraga Gaya hidup minim gerak memicu penurunan massa otot atau sarkopenia. 

"Sarkopenia merupakan sumber dari penyebab osteoporosis. Jadi, setiap orang yang membahas tentang osteoporosis, sebenarnya selalu diawali dengan sarkopenia, otot yang mengecil. Ketika banyak olahraga, biasanya tulangnya akan semakin kuat,” tutur dr. Jansen.

Menurutnya, hubungan otot dan tulang sangat erat; semakin aktif seseorang, semakin baik pula kepadatan tulangnya. Ia menekankan pentingnya bergerak sebagai kunci hidup sehat, karena otot yang jarang digunakan akan melemah dan postur akan sulit diperbaiki seiring bertambahnya usia. 

"Motion is life. Motion is lotion. Dengan bergerak itu adalah lotion, untuk membuat badan kami jadi lebih elastis," pungkas dr. Jansen.

Terkini