Kemdiktisaintek Asesmen Dampak Gempa demi Keamanan Kuliah di Palu

Rabu, 17 Juni 2026 | 17:37:01 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kini sedang melakukan pendataan guna menjamin kegiatan perkuliahan tetap berlangsung aman dan lancar di Palu, pascagempa bermagnitudo 6,7 pada Selasa (16/6/2026).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVI serta jajaran pimpinan perguruan tinggi setempat demi memastikan aktivitas perkuliahan berjalan aman dan lancar.

"Kemdiktisaintek telah berkoordinasi dengan pimpinan perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, serta LLDikti Wilayah XVI untuk melakukan pendataan dan asesmen dampak gempa bumi terhadap perguruan tinggi di Sulawesi Tengah," katanya.

Menteri Brian menuturkan bahwa pihaknya juga terus mengumpulkan data mengenai dampak yang mungkin menimpa sivitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan. 

Ia memastikan bahwa data yang sedang difinalisasi hari ini bakal menjadi landasan bagi Kemdiktisaintek untuk menetapkan langkah penanganan serta dukungan lanjutan yang diperlukan.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan perguruan tinggi dan LLDikti agar kegiatan akademik dapat tetap berjalan dengan baik serta memastikan keselamatan sivitas akademika menjadi prioritas utama," ucap Brian Yuliarto.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa pusat gempa tektonik berkekuatan 6,7 magnitudo tersebut berlokasi pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, atau tepatnya berada 42 kilometer arah tenggara Kota Palu. 

Getaran gempa juga dirasakan di beberapa wilayah Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.

Merujuk pada pembaruan data sekunder hingga Rabu siang ini, BMKG mencatat instrumen seismograf di lapangan telah mendeteksi terjadinya aktivitas gempa bumi susulan sebanyak 118 kali dengan tren magnitudo yang terus mengecil.

Kemdiktisaintek pun telah menerima beragam laporan mengenai kerusakan fasilitas di sejumlah perguruan tinggi. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada perguruan tinggi yang melaporkan adanya kerusakan yang signifikan.

Terkini