JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) secara resmi menetapkan Todotua Pasaribu sebagai Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk gelaran Asian Games 2026 yang akan diselenggarakan di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang.
"Kami membutuhkan sosok yang mampu mengorkestrasi kolaborasi lintas sektor, dan Todotua Pasaribu memiliki kapasitas tersebut," ujar Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Ia menyatakan bahwa Asian Games 2026 menjadi momen krusial dalam peta jalan prestasi olahraga nasional menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Oleh sebab itu, peran CdM menjadi sangat vital, tidak hanya saat pertandingan berlangsung, tetapi juga dalam memastikan seluruh proses persiapan berjalan optimal agar dapat bersaing di level Asia.
Oktohari memaparkan, Todotua bertugas memimpin koordinasi menyeluruh tim Indonesia, mulai dari sinkronisasi persiapan cabang olahraga, memperkuat layanan atlet, hingga memastikan kesiapan operasional kontingen selama penyelenggaraan berlangsung.
KOI menargetkan adanya peningkatan performa tim Indonesia pada edisi kali ini, baik dari jumlah perolehan medali maupun peringkat di klasemen akhir.
Fokus utamanya mencakup optimalisasi cabang olahraga unggulan, memperkuat cabang potensial, serta meningkatkan kualitas partisipasi pada cabang olahraga baru.
Oktohari menambahkan, pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan federasi nasional, pemerintah, dan mitra strategis untuk memastikan kesiapan dari berbagai aspek, termasuk pendanaan serta layanan kesehatan atlet.
Selain itu, komunikasi intensif pun dilakukan bersama Badan Olimpiade Asia (OCA) dan panitia penyelenggara di Jepang demi menjamin kelancaran kebutuhan kontingen, mulai dari akreditasi hingga fasilitas di perkampungan atlet.
Melalui pendekatan yang lebih terintegrasi dan profesional, KOI optimistis tim Indonesia dapat tampil lebih kompetitif guna meningkatkan prestasi dalam ajang multi cabang olahraga terbesar di Asia tersebut.
Todotua Pasaribu sendiri saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Ia dikenal pula aktif dalam pengembangan ekosistem olahraga, khususnya basket, lewat pendirian klub profesional Kesatria Bengawan Solo serta keterlibatannya di Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi).
Todotua mengungkapkan bahwa penunjukan sebagai CdM merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan tanggung jawab penuh.
Fokus utama timnya adalah menjamin atlet memperoleh dukungan terbaik, baik selama fase persiapan maupun saat bertanding.
"Dengan dukungan yang tepat, saya yakin atlet Indonesia dapat tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik untuk bangsa,” ucap Todotua.
Hingga saat ini, proses persiapan sejumlah cabang olahraga menuju Asian Games 2026 terus berlanjut, termasuk dengan mengikuti fase kualifikasi serta berbagai kejuaraan internasional sebagai strategi peningkatan performa.