Strategi Pertamina Kelola Impurities Demi Kualitas BBM Terbaik

Senin, 15 Juni 2026 | 23:34:31 WIB
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga menjamin kualitas bahan bakar minyak (BBM) produksinya tetap terjaga melalui pengelolaan maksimal terhadap impurities atau zat pengotor pada kilang pengolahan minyak mentah.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan dalam keterangannya di Jakarta, Senin, bahwa pihaknya berkomitmen memprioritaskan kepuasan konsumen dengan menghasilkan BBM—seperti bensin, solar, dan avtur—yang berkualitas. 

Sebelum dipasarkan, Pertamina Patra Niaga memperketat proses produksi, mulai dari pengolahan kilang dan pengujian laboratorium, hingga sampai ke tangan konsumen.

Roberth menyebut salah satu upaya menjaga mutu BBM adalah melalui pengelolaan impurities, yaitu proses mereduksi zat pengotor yang secara alami terbawa dalam minyak mentah. Impurities mencakup sulfur, garam, asam naftenat, nitrogen, serta logam berat seperti nikel, vanadium, dan merkuri. 

Proses ini mencegah kontaminasi pada minyak mentah serta menghambat gangguan kinerja kilang, sehingga kualitas produk tetap terjaga.

"Inilah yang menjadikan pengelolaan impurities sangat vital bagi kelangsungan operasional industri hilir migas dan yang terpenting adalah untuk menjaga kepercayaan publik pada kualitas produk-produk BBM yang dihasilkan Pertamina Patra Niaga," jelasnya.

Lebih lanjut, Roberth merinci tiga tahapan pengelolaan impurities pada enam kilang operasional di seluruh Indonesia. Pertama, menjaga fleksibilitas operasi melalui seleksi dan pencampuran minyak mentah menggunakan Crude Acceptance Matrix (CAM) agar minyak mentah dengan kandungan pengotor tinggi tetap aman diolah. 

Kedua, melalui pre-treatment dan chemical treatment guna menurunkan kadar air, garam, sulfur, nitrogen, serta logam, dengan bantuan teknologi desalter, hydrotreating, dan injeksi bahan kimia antikarat. 

Tahap ketiga adalah menjaga integritas serta keandalan aset agar kilang beroperasi aman dan berkelanjutan melalui penggunaan material antikorosi, inspeksi berkala, serta pemeliharaan rutin.

"Hasil dari tiga tahapan tersebut adalah BBM berkualitas tinggi dan ramah terhadap lingkungan. Dengan pengelolaan impurities, kilang mampu menghasilkan BBM standar Euro 4 yang kandungan sulfurnya lebih rendah seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green, dan Pertamina Dex," jelas Roberth.

Keunggulan produk berstandar Euro 4 meliputi mesin kendaraan yang lebih awet karena minim korosi serta konsumsi BBM yang lebih hemat akibat pembakaran efisien. 

Roberth menambahkan bahwa BBM standar Euro 4 juga ramah lingkungan karena emisi rendah yang dihasilkan mampu menekan polusi udara, sehingga berdampak positif bagi kesehatan masyarakat.

"Pengelolaan impurities tak hanya menjaga keandalan kilang yang beroperasi di bawah Pertamina Patra Niaga, tetapi juga memberikan konsumen pengalaman berkendara yang lebih nyaman," ujarnya. 

Upaya ini ditegaskan Roberth sebagai fondasi komitmen perusahaan dalam menjaga pasokan energi nasional yang berkelanjutan dan berkualitas prima.

Terkini