Interport Sandikala VII Resmi Memulai Pelayaran Perdana di Indonesia

Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:30:01 WIB
Interport Sandikala VII. (Foto: NET)

JAKARTA - Interport secara resmi menyatakan dimulainya pelayaran perdana (maiden voyage) kapal anyar mereka, Interport Sandikala VII. Langkah ini dilakukan dalam rangka memperkokoh konektivitas maritim di Tanah Air serta menyediakan layanan logistik yang fleksibel, aman, dan efisien bagi berbagai sektor industri.

“Pelayaran perdana Interport Sandikala VII menjadi momen yang membanggakan bagi kami. Kapal ini hadir untuk menjawab kebutuhan operasional di wilayah yang sulit dijangkau, khususnya bagi industri pertambangan yang membutuhkan solusi logistik yang lebih fleksibel dan andal,” ungkap Direktur Interport Dirandra Syandana (INDIS) Yusuf Indrawarman melalui keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Kapal yang beroperasi di bawah bendera Indonesia ini telah memulai pelayaran pertamanya dengan rute Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, menuju Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan perkiraan durasi perjalanan selama empat hari.

Interport Sandikala VII tercatat sebagai kapal multi-purpose (container and general cargo) pertama yang dimiliki oleh pihak INDIS.

Yusuf menuturkan bahwa kehadiran armada ini berfungsi sebagai solusi logistik strategis guna mengatasi tantangan distribusi kargo di perairan nusantara yang memiliki karakteristik bervariasi.

Memiliki kapasitas 1.400 DWT (Deadweight Tonnage), kapal ini menyuguhkan fleksibilitas ruang muat yang maksimal. 

Armada tersebut dirancang untuk mengangkut beban hingga 107 TEUs jika digunakan sepenuhnya untuk kontainer, atau mampu menampung beban sampai 1.200 ton apabila digunakan secara penuh untuk muatan kargo breakbulk.

Lebih lanjut, Interport Sandikala VII dirancang khusus guna menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses oleh kapal kargo pada umumnya.

Kapal ini memiliki Length Overall (LOA) sepanjang 67,2 meter. Berkat water draft yang tergolong dangkal, yakni 3,2 meter, kapal tersebut sangat ideal dan aman untuk melintasi daerah pedalaman yang memiliki batasan lebar sungai maupun kedalaman air.

Yusuf menambahkan bahwa perpaduan antara kapasitas angkut yang besar, dimensi kapal yang ringkas, serta fitur bongkar muat mandiri menempatkan Interport Sandikala VII sebagai solusi logistik yang dapat diandalkan dan kompetitif bagi beragam sektor industri.

“Kapal ini dinilai sangat relevan untuk memenuhi kebutuhan rantai pasok perusahaan-perusahaan di sektor pertambangan, minyak dan gas (migas), konstruksi, serta berbagai proyek strategis lainnya yang khususnya berlokasi di wilayah hulu maupun daerah-daerah yang memiliki infrastruktur pelabuhan yang terbatas,” jelasnya.

Terkini