Pyridam Farma (PYFA) Lakukan Penyegaran Komisaris Demi Akselerasi Bisnis

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:42:01 WIB
PT Pyridam Farma Tbk (PYFA). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menyatakan komitmennya untuk menggenjot akselerasi pertumbuhan bisnis setelah sukses mencatatkan rekor penjualan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada tahun 2025.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan secara hybrid di Jakarta pada Kamis (11/6/2026), para pemegang saham memberikan persetujuan terhadap Laporan Tahunan, Laporan Keberlanjutan, serta pengesahan laporan keuangan untuk tahun buku 2025. 

Selain itu, rapat tersebut juga menyepakati perombakan susunan Dewan Komisaris guna mengoptimalkan fungsi pengawasan seiring dengan langkah ekspansi usaha yang terus berjalan.

Tahun 2025 menjadi fase krusial bagi PYFA dalam memperkokoh fondasi bisnis serta merampungkan berbagai investasi strategis. Perseroan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,76 triliun, meningkat 43,7% dibanding tahun sebelumnya, yang sekaligus menjadi rekor tertinggi perusahaan. 

Dari sisi operasional, kinerja perusahaan juga membaik dengan capaian EBITDA senilai Rp203,7 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi penuh dari Probiotec selama satu tahun penuh, setelah pada 2024 hanya terkonsolidasi selama tujuh bulan. 

Seluruh lini bisnis mencatat penguatan, khususnya pada layanan Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO) yang menjadi pendorong utama pertumbuhan.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga meresmikan perubahan susunan Dewan Komisaris akibat pengunduran diri Robby Yulianto dari jabatan Komisaris Utama. 

Sebagai gantinya, pemegang saham mengangkat dr. Widjanarko Brotosaputro sebagai Komisaris Utama, didampingi oleh Maura Linda Sitanggang serta Charles D. Marpaung sebagai Komisaris Independen. 

Direktur Utama PYFA, Lee Yan Gwan, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Robby Yulianto selama menjabat sebagai Komisaris Utama dalam mendukung kemajuan perusahaan.

"Setelah integrasi penuh dengan Probiotec Australia, kami telah menyelesaikan berbagai proyek investasi strategis, mulai dari Kemps Creek di Australia hingga Lini 3 di Cikarang. Rekor penjualan dan EBITDA yang positif membuktikan bisnis inti kami tetap kuat, terutama pada layanan CDMO dan produk farmasi berlisensi tinggi," ujar Lee dalam siaran pers, Jumat (12/6/2026).

Sepanjang tahun 2025, PYFA telah menuntaskan serangkaian langkah strategis untuk memperkuat ekosistem bisnisnya, meliputi konsolidasi fasilitas Probiotec di Kemps Creek (Australia), penyelesaian fasilitas Lini Produksi 3 milik Ethica di Cikarang, kolaborasi strategis dengan perusahaan farmasi di Asia Pasifik, serta peluncuran umbrella brand PYFA.

Pihak manajemen menilai bahwa penguatan tata kelola, dukungan kapasitas produksi baru, serta integrasi bisnis yang kian solid menjadi fondasi utama dalam menjaga momentum pertumbuhan di masa depan. 

Berbekal operasional yang semakin tangguh, PYFA optimis dapat menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan serta meningkatkan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Halaman :

Terkini