Danantara Sukses Terbitkan Obligasi Internasional 1,5 Miliar Dolar AS

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:28:01 WIB
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia). (Foto: NET)

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), lewat unit usahanya PT Danantara Investment Management (DIM), sukses merilis obligasi internasional perdana dengan nilai 1,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Penerbitan surat utang tersebut mendapatkan respons positif dari pasar keuangan global. Hal ini terlihat dari catatan peak orderbook yang menyentuh angka 4,6 miliar dolar AS, atau melampaui tiga kali lipat dari jumlah yang ditawarkan.

“Antusiasme investor global terlihat dari nilai peak orderbook yang mencapai sekitar 4,6 miliar dolar AS, atau lebih dari tiga kali total nilai penerbitan. Minat tersebut didorong oleh investor institusi berkualitas dari AS, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia,” ujar Manajemen Danantara Indonesia dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Pihak Manajemen Danantara menilai keberhasilan ini sebagai bukti bahwa Danantara Indonesia memiliki fundamental, tata kelola, dan prospek masa depan yang solid. Kondisi tersebut menjadikannya destinasi investasi menarik bagi para penanam modal global bereputasi tinggi.

“Kepercayaan yang diberikan pasar internasional ini juga diharapkan dapat memperkuat keyakinan investor domestik dan masyarakat luas terhadap kekuatan kerangka institusional Danantara Indonesia,” tambah Manajemen Danantara.

Sebelumnya, pada 17 Maret 2026, Danantara Indonesia melalui DIM juga telah merilis medium term notes (MTN) senilai Rp7 triliun. Instrumen bertajuk Surat Utang Jangka Panjang II ini ditawarkan tanpa melalui mekanisme penawaran umum, sebagaimana tercatat dalam data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Surat utang tersebut terdiri dari dua seri, yakni seri A senilai Rp3,5 triliun dengan kupon 2 persen berdurasi lima tahun satu hari (jatuh tempo 18 Maret 2031), serta seri B senilai Rp3,5 triliun dengan kupon 2 persen berdurasi tujuh tahun (jatuh tempo 17 Maret 2033).

Sebelum aksi korporasi tersebut, Danantara juga telah menghimpun dana sebesar Rp50 triliun melalui penerbitan Patriot Bond. Dana tersebut dialokasikan untuk pembiayaan proyek energi baru dan terbarukan (EBT) serta pengembangan pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).

Terkini