FK Unima Resmi Dibuka, Perluas Akses Pendidikan Kedokteran di KTI

Jumat, 12 Juni 2026 | 17:27:01 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto. (Foto: NET)

JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan bahwa pembukaan Fakultas Kedokteran (FK) di Universitas Negeri Manado (Unima) bertujuan untuk meningkatkan pemerataan akses pendidikan tenaga medis di kawasan timur Indonesia.

"Telah dimulai investasi besar untuk masa depan Sulawesi Utara. Dokter-dokter yang nantinya penuh semangat, kompeten, berdedikasi dan humanis, bisa memberikan pengabdian yang terbaik untuk rakyat Sulawesi Utara,” ujar Mendiktisaintek saat meresmikan FK Unima di Tondano, Jumat. 

Menurutnya, pendidikan kedokteran sangat krusial dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Pembangunan FK Unima adalah salah satu program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto, yang terealisasi berkat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak. 

Menteri menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur Sulut Yulius Selvanus, para kepala daerah, kepala Dinas Kesehatan, serta Rektor Universitas Brawijaya dalam mewujudkan pendirian fakultas tersebut.

Kementerian mendorong FK Unima menjadi model pendidikan kedokteran transformatif yang selaras dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menegaskan komitmen pemprov dalam menyiapkan tenaga dokter yang siap mengabdi di wilayah Sulawesi.

"Kami sudah pikirkan jauh dengan anggaran yang ada. Mahasiswa tidak usah memikirkan macam-macam, kalian hanya belajar. Biarkan kami yang mencarikan biaya untuk pendidikan kalian. Tetapi kami juga menuntut agar kalian mengabdi kepada masyarakat Sulut," tegas Gubernur.

Kebijakan transformatif yang diterapkan mencakup sistem seleksi mahasiswa baru yang berasal dari putra-putri daerah terbaik, dengan pengawasan ketat dari FK Pembina Universitas Brawijaya. Mekanisme ini diharapkan menjadi standar bagi fakultas kedokteran lain di Indonesia guna pemerataan distribusi dokter.

"Yang jauh lebih membuat saya berbahagia adalah ternyata seluruhnya 50 mahasiswa baru dibagi rata oleh kota, kabupaten, dan provinsi. Ini capaian yang luar biasa, meskipun FK Unima baru dibuka, tetapi sudah memberi contoh teladan bagaimana FK bisa berkontribusi langsung," tutur Menteri.

Menteri berpesan kepada mahasiswa penerima beasiswa agar serius menempuh pendidikan dan kembali ke daerah asal untuk mengabdi. Rektor Unima, Joseph Philip Kambey, menjelaskan bahwa strategi rekrutmen berbasis rekomendasi pemerintah daerah dilakukan untuk menjamin komitmen tersebut.

"Skema rekrutmen ini mengawinkan kebijakan afirmatif daerah dengan ketatnya kendali mutu nasional. Melalui mekanisme ini, pemerintah kabupaten dan kota menjaring talenta terbaik mereka yang kemudian disaring ulang dengan menggunakan ujian akademik berstandar nasional serta psikotes yang ketat," kata Rektor Unima.

Lebih lanjut, Mendiktisaintek mendorong perguruan tinggi untuk menjadi penyedia solusi atas permasalahan daerah. Gubernur pun dipersilakan untuk menjalin koordinasi dengan para rektor di Sulawesi Utara guna mencari jalan keluar bagi berbagai persoalan di wilayah tersebut.

Terkini