Tingkatkan Daya Tarik, Kemenpar Latih Storytelling Pelaku Wisata

Kamis, 11 Juni 2026 | 05:25:02 WIB
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini M. Paham. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Pariwisata meningkatkan kompetensi storytelling pelaku sektor pariwisata di Labuan Bajo dan Belitung sebagai strategi pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Pariwisata tidak hanya menawarkan keindahan destinasi, tetapi juga pengalaman yang lahir dari cerita, identitas, dan karakter khas suatu daerah. Karena itu, storytelling menjadi instrumen strategis untuk memperkuat daya tarik sekaligus membangun keterikatan emosional wisatawan dengan destinasi," kata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini M. Paham dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Martini menuturkan bahwa inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam memajukan destinasi yang berkelanjutan dan bermutu dengan membekali pelaku wisata agar mampu menyajikan pengalaman yang lebih berkesan bagi para pelancong. 

Menurutnya, kemampuan narasi memiliki urgensi tinggi untuk mendongkrak daya saing destinasi di tengah industri pariwisata yang kian kompetitif.

Pelatihan diselenggarakan selama dua hari di masing-masing lokasi, yaitu pada 21–22 Mei 2026 di Belitung serta 3–4 Juni 2026 di Labuan Bajo. Peserta kegiatan terdiri dari pemandu wisata, pengelola desa wisata, pengelola destinasi, hingga pelaku UMKM yang berperan sentral dalam ekosistem pariwisata lokal. 

Pelatihan ini membekali peserta dengan keterampilan dalam mengeksplorasi, merancang, dan memaparkan narasi produk wisata agar lebih bernilai, autentik, dan menarik. Selain itu, materi turut menggarisbawahi pentingnya menyusun cerita yang merepresentasikan keunikan daerah namun tetap sesuai dengan selera wisatawan kontemporer. 

Proses pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui diskusi, gim edukatif, dan praktik langsung guna meningkatkan kemampuan komunikasi serta teknik narasi peserta.

Di Labuan Bajo, penguatan kemampuan bercerita ini krusial seiring dengan semakin beragamnya produk wisata, yang tidak lagi hanya terbatas pada wisata bahari dan kawasan Komodo. Berbagai potensi budaya, wisata darat, desa wisata, serta ekonomi kreatif kini menjadi bagian integral dari pengalaman yang disuguhkan kepada pengunjung. 

Sementara di Belitung, pengembangan narasi fokus pada pengayaan pengalaman melalui sejarah pertambangan timah, kekayaan budaya, kehidupan warga lokal, hingga warisan geologi Geopark Belitung.

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kemenpar Ika Kusuma Permana Sari menerangkan bahwa peningkatan kapasitas pelaku wisata kini tidak sebatas pada kualitas layanan, melainkan pada keahlian mengemas potensi daerah menjadi cerita yang memikat.

“Peserta dibekali keterampilan untuk menggali, menyusun, dan menyampaikan narasi destinasi maupun produk wisata secara autentik, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan tren wisata, termasuk pemanfaatannya melalui berbagai platform digital,” kata Ika.

Ia menambahkan bahwa narasi yang kuat akan memudahkan wisatawan menyelami nilai sejarah, budaya, dan keunikan destinasi dengan lebih komprehensif. 

“Melalui penguatan kapasitas ini, kami mendorong pelaku pariwisata agar mampu menghidupkan potensi wisata, budaya, dan produk lokal melalui narasi yang menarik. Upaya ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman wisatawan, meningkatkan kualitas kunjungan, sekaligus mendorong lama tinggal wisatawan di destinasi,” jelas Ika.

Terkini