Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Jadi Ajang Diplomasi Budaya RI

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:43:01 WIB
100 Tahun Jam Gadang Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi, mengapresiasi perayaan "100 Tahun Jam Gadang" sebagai bentuk nyata diplomasi budaya Indonesia.

Acara bertajuk "100 Years of Jam Gadang: From Literacy to Legacy: Building Wealth, Peace and Sustainability Learning" tersebut digelar di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 4 Juni 2026, hasil kolaborasi dengan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF).

Dalam sambutannya, sebagaimana diinformasikan pihak Kemlu pada Kamis, Denny Abdi menyoroti peran literasi, seni, serta warisan Minangkabau dalam mempererat pemahaman global. 

Perkembangan IMLF, yang kini melibatkan 193 delegasi dari 37 negara, mencerminkan tingginya minat dunia terhadap kekayaan intelektual Minangkabau sekaligus membuka ruang kemitraan baru di bidang pendidikan dan pelestarian budaya.

“Di tengah kondisi dunia seperti ini, kami perlu mendorong lebih banyak kolaborasi dan saling pengertian. Bangsa-bangsa harus bekerja sama dengan menjadikan pemahaman budaya sebagai jembatan menuju kerja sama yang lebih kuat,” ujar Denny.

Denny juga menyoroti potensi besar Sumatera Barat, mulai dari keelokan alam, kekayaan budaya, kuliner, hingga figur-figur berpengaruhnya, yang perlu dipasarkan ke dunia internasional. Kemlu berkomitmen mendukung Pemerintah Kota Bukittinggi untuk menindaklanjuti hasil forum ini melalui kerja sama internasional dengan negara-negara mitra.

Sebagai aksi nyata, Sekjen Kemlu berpartisipasi dalam penanaman 1.000 pohon untuk melestarikan lingkungan di Bukittinggi. 

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari delegasi IMLF, pejabat Kemlu, pihak Perpustakaan Nasional, pemerintah daerah, komunitas sastra, hingga perwakilan negara sahabat seperti Bosnia dan Herzegovina, Rwanda, Bulgaria, serta narasumber dari Belanda, Australia, Jerman, dan Inggris. 

Ketua DPRD Bukittinggi, dalam pembukaan seminar, menekankan bahwa Jam Gadang adalah simbol sejarah yang krusial bagi pariwisata dan ekonomi lokal.

Rangkaian acara berlanjut dengan kuliah umum bagi 300 mahasiswa dan alumni Universitas Andalas pada 5 Juni 2026. 

Dalam kesempatan itu, Denny Abdi menginisiasi penandatanganan MOU pendirian Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB) guna memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, industri, dan alumni untuk pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan IMLF resmi berakhir pada 7 Juni 2026 dengan "Jam Gadang Fun Run 2026" yang diikuti 2.000 peserta, termasuk duta besar dari Belanda, Vietnam, Bosnia dan Herzegovina, serta Wakil Dubes Rwanda.

“Semangat Fun Run dalam rangka ‘100 Tahun Jam Gadang’ adalah persahabatan dan kolaborasi. Kami sangat bergembira dengan antusiasme peserta, termasuk kehadiran para duta besar yang mencerminkan dukungan dan semangat ini,” kata Denny.

Di sela-sela acara, Kemlu juga memfasilitasi pertemuan Wali Kota Bukittinggi dengan Duta Besar Belanda dan Vietnam untuk menjajaki peluang sister city, restorasi Jam Gadang, serta program pertukaran budaya.

Terkini