3 Pilar Utama Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 11 Juni 2026 | 19:22:02 WIB
Kepala BP BUMN Dony Oskaria. (Foto: NET)

JAKARTA – Kepala BP BUMN Dony Oskaria menjelaskan tiga pilar kunci transformasi ekonomi yang sedang diimplementasikan pemerintah untuk mewujudkan visi Indonesia negara maju pada 2045, yakni ketahanan pangan, kemandirian energi, dan pengembangan sumber daya manusia.

"Dalam satu negara yang sedang melakukan transformasi tentu akan ada respons, baik positif maupun negatif. Tetapi yang paling penting adalah pemahaman masyarakat mengenai proses transformasi yang sedang dijalankan secara fundamental oleh pemerintah," ujar Dony dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa seluruh program strategis yang dilakukan saat ini merupakan bagian integral dari transformasi ekonomi nasional yang dirancang secara komprehensif. 

Saat ini, pemerintah menjadikan ketahanan pangan sebagai landasan utama. Menurutnya, mustahil suatu negara dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

Oleh karena itu, pemerintah menerapkan berbagai langkah konkret, mulai dari pencetakan sawah baru, pembangunan irigasi, pembatasan alih fungsi lahan, hingga perbaikan tata niaga pupuk. 

Selain itu, pemerintah meningkatkan kebijakan penyerapan gabah petani serta memperluas kapasitas penyimpanan pangan melalui Bulog demi meraih target swasembada.

Selanjutnya, pilar kedua adalah ketahanan energi. Dony menegaskan bahwa negara maju wajib memiliki kemandirian energi agar tidak bergantung pada pasokan luar negeri. Langkah yang ditempuh meliputi pengembangan energi baru terbarukan, perluasan program biodiesel B50, peningkatan cadangan BBM nasional, hingga eksplorasi sumber energi baru.

"Kalau sebuah negara ingin berdaulat dan menjadi negara maju, maka harus memiliki ketahanan energi. Karena itu kami mengembangkan energi baru terbarukan, menambah storage BBM, melakukan eksplorasi cadangan energi baru, dan menjalankan program B50 untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi," jelas Dony. 

Strategi ini juga mencakup pengembangan jaringan distribusi gas rumah tangga guna memperkuat ketahanan energi nasional jangka panjang.

Pilar ketiga yang dianggap paling krusial adalah penguatan sumber daya manusia. Dony menyebut Presiden Prabowo Subianto menjadikan peningkatan kualitas manusia sebagai prioritas utama, sebab negara maju membutuhkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif. 

Ia pun menyoroti angka stunting nasional sebesar 22 persen sebagai tantangan signifikan yang harus segera dituntaskan.

"Semua negara yang maju dan berkelanjutan itu memiliki sumber daya manusia yang kuat dan cerdas. Karena itu pemerintah melihat persoalan stunting sebagai isu yang sangat mendasar. Saat ini angka stunting kami masih sekitar 22 persen. Ini tantangan besar yang harus kami selesaikan," tegasnya.

Sebagai upaya mendukung target tersebut, pemerintah turut membangun sekitar 200 sekolah rakyat, merancang sekolah unggulan, serta mendistribusikan smart board ke berbagai sekolah demi pemerataan mutu pendidikan di tanah air.

Terkini