Bapanas Genjot SPHP Jagung Pakan demi Lindungi Peternak Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 | 19:11:01 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional merangkap Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. (Foto: NET)

JAKARTA — Kepala Badan Pangan Nasional merangkap Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa distribusi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan akan terus ditingkatkan. 

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah untuk melindungi para peternak serta menjamin kelangsungan bisnis peternakan di tanah air.

"Kami juga sudah memberikan SPHP (jagung). Itu (stok) jagung dari Bulog. Pokoknya jiwa ragaku untuk peternak petelur Indonesia," ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Sektor produksi telur ayam ras dalam negeri dinilai sangat membanggakan karena mampu mencukupi kebutuhan konsumsi nasional. Peningkatan produksi ini bahkan membawa Indonesia ke posisi surplus, yang memungkinkan ekspor ke sejumlah negara mitra. 

Oleh sebab itu, Amran menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur. Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan lewat program SPHP jagung pakan yang telah dijalankan Perum Bulog sejak 9 Mei lalu.

"Aku apresiasi. Aku bangga dengan peternak petelur seluruh Indonesia mampu memenuhi kebutuhan anak bangsa. (Mencatat) surplus bahkan ekspor ke negara lain," tutur Amran.

Sebagai wujud keberpihakan, program ini hadir untuk menekan biaya produksi para peternak menggunakan stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang murni berasal dari produksi lokal. 

Selama kurun waktu sebulan (9 Mei hingga 8 Juni), realisasi penyaluran SPHP jagung pakan telah mencapai 34,1 ribu ton, atau sekitar 16,01 persen dari target total 213,2 ribu ton. Saat ini, pemerintah tengah memproses sisa alokasi sebesar 28,8 ribu ton bersama Kementerian Pertanian guna menambah jumlah peternak penerima manfaat.

Tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp678 miliar untuk menyalurkan total 242 ribu ton jagung pakan hingga akhir 2026. Sebanyak lebih dari 5 ribu peternak mikro, kecil, dan menengah dengan total populasi 53 juta ekor unggas di 26 provinsi menjadi sasaran utama. 

Harga jagung pakan ditetapkan di angka Rp5.000 per kg di gudang Bulog, dengan batas harga maksimal Rp5.500 per kg di tingkat peternak, yang disalurkan melalui koperasi atau asosiasi terdaftar.

Sementara itu, Ketua Umum Pinsar Petelur Nasional (PPN), Yudianto Yosgiarso, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah. Selain SPHP, perluasan penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional juga dinilai sangat berarti.

"Kami terima kasih juga atas inisiatif dari Bapak Menteri (untuk) BGN juga akan menyerap telur dari peternak seminggu menjadi tiga kali, yang kemarin baru satu kali," ungkap Yudianto. 

"Ini sangat membantu kepada kami untuk kelangsungan hidup peternak," tambahnya.

Meski begitu, Yudianto mengakui bahwa harga telur yang belum ideal di tingkat peternak masih menjadi tantangan. Ia berharap adanya perbaikan kondisi di tengah tekanan isu geopolitik dan kenaikan nilai tukar dolar yang memicu lonjakan harga pakan.

"(Kondisi hari) ini sangat memberatkan dan memukul kami. Apalagi dengan isu geopolitik yang saat ini terjadi, dimana nilai tukar dolar juga melambung tinggi, sehingga menyebabkan harga pakan pun melonjak tinggi," ucapnya. 

Menanggapi hal tersebut, pemerintah berkomitmen untuk terus berupaya menjaga kestabilan harga dan mengoptimalkan program SPHP jagung pakan bagi peternak unggas.

Terkini