Tekan Harga, Bulog Usulkan Program Beraskita Premium Rp14.900

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:46:19 WIB
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.

JAKARTA — Perum Bulog mengajukan gagasan program Beraskita Premium untuk meredam lonjakan harga beras jenis premium yang belakangan ini terjadi di sejumlah wilayah. 

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa usulan tersebut sedang dalam proses pembahasan antarinstansi dan diharapkan mampu menjadi alat stabilisasi harga beras bagi konsumen.

“Kami hanya mengusulkan malah untuk membuat Beraskita Premium. Jadi kan beras premium kan lagi agak naik, supaya menstabilisasi beras premium, Beraskita Premium harus ada,” ucap Rizal saat ditemui seusai rapat koordinasi terbatas perkembangan harga komoditas pangan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).

Walaupun demikian, Rizal menuturkan bahwa rencana program Beraskita Premium ini masih dalam tahap pembahasan dan diharapkan bisa segera diimplementasikan guna menekan harga beras premium di pasaran. 

Di sisi lain, Rizal menilai bahwa kondisi stok beras medium saat ini masih cenderung aman dan stabil, sehingga tekanan harga lebih banyak menimpa segmen beras premium.

Oleh karena itu, Rizal menyarankan pembuatan program Beraskita Premium dengan skema yang menyerupai program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang selama ini difokuskan untuk beras medium.

“Beras kami mediumnya kan aman dan stabil, tinggal beras premium yang agak meningkat. Tadi saya memberikan saran di rapat dibuatkan program Beraskita Premium, seperti beras SPHP. SPHP yang sekarang kan beras medium tuh, nah nanti harapannya nanti Beraskita Premium,” tuturnya.

Harga yang diusulkan untuk Beraskita Premium berada di angka Rp14.900 per kilogram, setara dengan harga beras SPHP saat ini. Namun, Rizal menekankan bahwa usulan tersebut belum bersifat final dan masih menunggu persetujuan pemerintah.

“Saya baru mengajukan saran, belum di-approve. Harapannya bisa di-approve sehingga untuk menstabilkan harga-harga semua,” katanya. Bulog berharap program tersebut dapat segera direalisasikan agar stabilitas harga beras premium terjaga dan tidak memicu gejolak di masyarakat. “As soon as possible, biar masyarakat biar tenang, jangan sampai ribut seperti ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa harga beras pada Mei 2026 terus mengalami kenaikan, baik di tingkat penggilingan, grosir, maupun eceran. 

Data mencatat rata-rata harga beras di tingkat penggilingan mencapai Rp13.765 per kilogram pada Mei 2026, naik 0,58% dibanding bulan sebelumnya. 

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menyatakan kenaikan harga di tingkat penggilingan terjadi pada seluruh kategori kualitas.

“Menurut kualitas beras di penggilingan, maka beras premium naik 0,56% secara month-to-month dan naik 12,81% secara year-on-year. Sementara untuk beras medium naik 0,79% secara month-to-month atau naik 6,57% secara year-on-year,” jelas Pudji dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Selasa (2/6/2026).

Tekanan harga juga dirasakan di tingkat grosir dan eceran. BPS mencatat inflasi beras tingkat grosir mencapai 0,68% mtm menjadi Rp14.574 per kilogram pada Mei 2026. 

Sementara itu, rata-rata harga beras di tingkat eceran pada periode yang sama mencapai Rp15.358 per kilogram, naik 0,38% dibanding bulan sebelumnya.

Terkini