Danantara Tunda Merger BUMN Karya hingga Akhir 2026, Fokus Restrukturisasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 23:42:13 WIB
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.

JAKARTA — Proses integrasi klaster BUMN Karya dipastikan meleset dari target semula pada Juni, setelah Danantara Indonesia menetapkan penundaan penyelesaian konsolidasi hingga kuartal IV/2026.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa pergeseran tenggat waktu integrasi sektor konstruksi ini terjadi karena masih banyaknya tahapan penataan ulang beban keuangan serta pembenahan internal yang perlu dituntaskan oleh masing-masing entitas BUMN Karya.

“BUMN Karya awalnya kan Juni, yang kemungkinan nanti akan digeser menjadi kuartal keempat. Karena memang masih banyak restrukturisasi yang harus diselesaikannya,” ujar Dony saat ditemui di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Walaupun menghadapi kendala administratif dan pemulihan kesehatan finansial yang rumit di sektor tersebut, Dony menegaskan bahwa Danantara tetap optimistis seluruh agenda pembenahan struktural klaster konstruksi ini dapat terealisasi dengan optimal hingga akhir tahun.

Tahun 2026 diyakini menjadi periode penyehatan bagi BUMN Karya. Upaya tersebut merupakan prasyarat utama sebelum pemerintah melakukan konsolidasi terhadap 7 perusahaan konstruksi pelat merah menjadi tiga entitas.

Strategi penyehatan ini menjadi prioritas utama bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), dan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP). 

Fokus utamanya adalah merampungkan restrukturisasi utang dan memperkuat arus kas guna menekan beban bunga yang selama ini menekan likuiditas operasional.

Di sisi lain, Dony menjelaskan bahwa penundaan target pada klaster konstruksi berbeda dengan perkembangan di sektor lainnya yang justru menunjukkan percepatan performa dan penataan. 

Sejumlah agenda korporasi strategis di bawah supervisi Danantara diproyeksikan selesai sesuai jadwal, termasuk proses pada PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) yang ditargetkan rampung bulan ini.

Dony yang juga menjabat Kepala BP BUMN mencatat beberapa pencapaian penting dalam program efisiensi, mulai dari pembukaan kawasan industri hingga perampingan di sektor telekomunikasi. 

“Pembukaan kawasan industri sudah selesai, kemudian juga spin-off daripada Danareksa sudah beres. Streamlining Telkom Indonesia dan di pupuk juga sedang berjalan. Ini progresnya kami percepat,” pungkasnya.

Terkini