Arifah Serukan Stop Kekerasan Terhadap Anak di Daycare

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:41:20 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi.

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menyerukan untuk menghentikan kekerasan terhadap anak di daycare karena diduga kejadian di lapangan bisa lebih banyak dibandingkan dengan kasus yang terungkap.

"Kasus kekerasan terhadap anak di daycare Baby Preneur di Kota Banda Aceh merupakan kejadian kedua setelah kasus serupa terjadi di Kota Yogyakarta dalam waktu yang sangat dekat, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa kasus seperti ini banyak terjadi, namun belum terungkap," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam rapat kerja dengan Komisi VIII di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan kasus kekerasan terhadap anak di daycare "Little Aresha" di Yogyakarta terungkap berawal dari keberanian seorang mantan pengasuh yang memilih untuk melaporkan kasus ini. Sementara kasus kekerasan terhadap anak di daycare "Baby Preneur" di Kota Banda Aceh mulai diketahui setelah beredarnya rekaman CCTV yang bisa diakses oleh orang tua sehingga kejadian terhadap anak-anak cepat diketahui dan ditindaklanjuti.

Pihaknya mengecam terjadinya kekerasan terhadap anak di daycare "Little Aresha" di Yogyakarta dan daycare "Baby Preneur" di Banda Aceh yang terungkap pada April 2026.

"Kami semua sangat prihatin atas kekerasan terhadap anak yang terjadi di daycare, yang tidak hanya melukai anak-anak sebagai korban, tetapi juga mengguncang rasa aman masyarakat khususnya para orang tua yang mempercayakan pengasuhan anaknya kepada lembaga layanan," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Pihaknya memastikan negara hadir dalam upaya pemulihan para korban agar berjalan secara komprehensif. Dalam menangani kasus-kasus tersebut telah dilakukan koordinasi lintas sektor, penyelidikan secara hati-hati, pembukaan posko pengaduan, pendataan, dan asesmen korban, penyediaan layanan pendampingan psikologis, bantuan hukum, dan pemulihan permasalahan tumbuh kembang anak, serta penyediaan akses daycare pengganti dengan pembiayaan ditanggung pemerintah daerah.

Terkini