BSI Salurkan KUR Syariah Rp1,65 Triliun untuk 11 Ribu UMKM di Awal 2026

Selasa, 07 April 2026 | 11:07:51 WIB
BSI Salurkan KUR Syariah Rp1,65 Triliun untuk 11 Ribu UMKM di Awal 2026

JAKARTA - Kinerja pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menunjukkan tren positif pada awal 2026. 

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah yang cukup signifikan hanya dalam waktu dua bulan pertama tahun ini.

Dalam periode tersebut, BSI berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp1,65 triliun atau setara 11,1% dari total kuota tahunan yang telah ditetapkan. Pembiayaan ini menjangkau lebih dari 11 ribu pelaku usaha yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Langkah ini menegaskan bahwa sektor UMKM tetap menjadi fokus utama dalam strategi pertumbuhan BSI. Selain itu, pembiayaan yang dilakukan juga diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat serta memperkuat daya beli di tengah dinamika global yang masih berlangsung.

Fokus pada Sektor Produktif dan Bernilai Tambah

Dalam penyaluran KUR Syariah, BSI menitikberatkan pada sektor-sektor produktif yang memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan. Beberapa sektor yang menjadi prioritas antara lain makanan dan minuman halal, jasa, serta perdagangan.

Dari total pembiayaan yang disalurkan, sebesar 65% dialokasikan ke sektor produksi, sementara 35% sisanya diberikan kepada sektor non-produksi. Komposisi ini mencerminkan upaya untuk mendorong penciptaan nilai tambah dalam kegiatan ekonomi, sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat sektor riil.

Pendekatan ini juga menunjukkan bahwa pembiayaan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan jumlah pelaku usaha, tetapi juga kualitas usaha itu sendiri agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy, menegaskan bahwa perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi pembiayaan.

“Penyaluran pembiayaan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan analisis makroekonomi serta tren kualitas pembiayaan, guna memastikan portofolio tetap sehat dan berkelanjutan,” ujarnya dalam siaran pers.

Optimisme Pertumbuhan UMKM Sepanjang 2026

BSI memandang prospek pertumbuhan UMKM pada tahun ini masih cukup kuat. Berbagai stimulus pemerintah, termasuk program KUR Syariah, diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan sektor ini.

“Kami melihat ekosistem UMKM terus menguat, didorong oleh program seperti KUR Syariah, pengembangan ekosistem MBG melalui penyediaan SPPG, serta pembiayaan mikro dan SME. Selain itu, tren positif sektor halal di awal tahun juga menjadi sinyal kuat bagi pertumbuhan ke depan,” tambah Kemas.

Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan bahwa UMKM akan tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Selain itu, tren peningkatan minat terhadap produk halal juga menjadi peluang besar bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun internasional.

Kontribusi terhadap Kinerja Keuangan BSI

Kinerja positif di segmen UMKM turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan keseluruhan BSI. Hingga Februari 2026, total pembiayaan perseroan tercatat mencapai Rp323 triliun atau tumbuh 14,32% secara tahunan (YoY).

Pertumbuhan ini didukung oleh berbagai segmen, termasuk konsumer dan ritel, dengan kontribusi yang cukup besar dari bisnis emas. Sementara itu, pembiayaan ritel termasuk UMKM tercatat sebesar Rp52,43 triliun atau tumbuh 6,10% (YoY).

Data tersebut menunjukkan bahwa strategi diversifikasi pembiayaan yang dilakukan BSI mampu menjaga kinerja perusahaan tetap solid di tengah tantangan ekonomi global.

Dengan kontribusi UMKM yang terus meningkat, BSI juga semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam pembiayaan berbasis syariah di Indonesia.

Penguatan Ekosistem dan Pendampingan UMKM

Tidak hanya fokus pada penyaluran pembiayaan, BSI juga terus memperkuat ekosistem pendukung UMKM melalui berbagai program strategis.

Beberapa inisiatif yang dilakukan antara lain pendampingan usaha, pelatihan, business matching, hingga penyediaan layanan melalui BSI UMKM Center. Selain itu, perseroan juga memberikan pendampingan dalam proses sertifikasi halal bagi UMKM binaan.

Langkah ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha naik kelas dan meningkatkan daya saing mereka di pasar yang semakin kompetitif. Dengan dukungan yang komprehensif, UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan.

Ke depan, BSI akan terus memperkuat dukungan terhadap program Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan segmen ritel.

Optimalisasi fungsi intermediasi antara dana pihak ketiga dan pembiayaan menjadi kunci dalam menjaga kinerja yang solid dan berkelanjutan. Dengan strategi yang terarah dan kolaborasi yang kuat, peran UMKM sebagai pilar ekonomi nasional diyakini akan semakin kokoh.

Terkini