JAKARTA - Langkah strategis kembali diambil PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dalam upaya memperkuat arah bisnisnya ke depan.
Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, perusahaan pelat merah ini memilih untuk merapikan portofolio usahanya dengan lebih fokus pada sektor utama yang menjadi kekuatan inti, yakni telekomunikasi dan layanan digital. Strategi ini dinilai sebagai upaya penting untuk menjaga daya saing sekaligus meningkatkan nilai perusahaan di mata investor.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melanjutkan langkah penataan bisnis dengan melepas AdMedika Group kepada Fullerton Health.
Langkah Divestasi untuk Fokus Bisnis Inti
Aksi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat fokus pada bisnis inti telekomunikasi dan layanan digital.
AdMedika sendiri merupakan perusahaan pengelola layanan administrasi kesehatan (third party administrator/TPA) yang menyediakan solusi manajemen klaim dan layanan kesehatan bagi korporasi serta institusi.
VP Corporate Communication Telkom, Andri Herawan Sasoko, menegaskan divestasi ini sejalan dengan transformasi perusahaan. "Langkah ini untuk memperkuat fokus TelkomGroup pada core business di sektor telekomunikasi dan layanan digital," ujarnya.
Ia menjelaskan, AdMedika memiliki prospek pertumbuhan yang baik di industri kesehatan. Dengan bergabung ke Fullerton Health, bisnis AdMedika diharapkan bisa berkembang lebih cepat.
Strategi Penataan Portofolio Berkelanjutan
Ke depan, Telkom akan terus merapikan portofolio bisnis melalui berbagai opsi strategis, mulai dari merger, kemitraan, transfer bisnis, hingga divestasi. Namun, rencana detail untuk entitas lain masih dalam tahap kajian.
Langkah penataan ini juga dilakukan secara hati-hati agar tetap selaras dengan arah Telkom sebagai perusahaan digital telco.
Transformasi ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat fondasi bisnis serta memastikan perusahaan tetap relevan di tengah perubahan industri yang cepat.
Pandangan Analis terhadap Kinerja TLKM
Dari sisi pasar, analis melihat strategi ini berpotensi menjadi katalis positif bagi saham TLKM.
Senior Equity Research Analyst Phillip Sekuritas Indonesia, Edo Ardiansyah, menilai transformasi Telkom menuju model strategic infrastructure holding bisa mendorong re-rating valuasi.
Saat ini, valuasi TLKM dinilai masih menarik dibandingkan rata-rata historis maupun perusahaan sejenis di kawasan.
Rekomendasi Saham dan Target Harga
Seiring dengan itu, Phillip Sekuritas merekomendasikan beli saham TLKM dengan target harga Rp 4.200 per saham, berdasarkan proyeksi valuasi 2026 dengan PER 19,3 kali, PBV 2,3 kali, dan EV/EBITDA 4,6 kali.
Rekomendasi ini menunjukkan adanya optimisme dari pelaku pasar terhadap prospek kinerja Telkom ke depan, terutama setelah langkah strategis yang diambil untuk memperkuat fokus bisnis inti.