Genap Satu Tahun, Danantara Perkuat Fondasi Kelembagaan dan Tata Kelola Pengelolaan Aset Negara

Kamis, 12 Maret 2026 | 11:59:15 WIB
Genap Satu Tahun, Danantara Perkuat Fondasi Kelembagaan dan Tata Kelola Pengelolaan Aset Negara

JAKARTA - Pembentukan lembaga pengelola investasi negara bukan hanya soal mengelola aset dalam jumlah besar, tetapi juga memastikan sistem, tata kelola, serta struktur organisasi yang kuat sejak awal. 

Tahun pertama perjalanan sebuah institusi sering kali menjadi fase penting untuk membangun fondasi yang akan menentukan arah dan keberlanjutan kinerja di masa depan.

Hal tersebut juga menjadi fokus utama Danantara Indonesia sejak pertama kali beroperasi. Dalam tahun pertamanya, lembaga ini lebih menitikberatkan pada penguatan sistem kelembagaan serta tata kelola agar pengelolaan aset negara dapat berjalan secara transparan, profesional, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kebijakan strategis, pembangunan struktur organisasi yang lebih solid, serta penguatan kerja sama dengan berbagai pihak di tingkat nasional maupun global. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi transformasi pengelolaan aset negara dalam jangka panjang.

Tahun Pertama Difokuskan pada Penguatan Fondasi Kelembagaan

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan bahwa tahun pertama perjalanan Danantara difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan dan tata kelola, sekaligus memulai berbagai inisiatif strategis yang menjadi dasar transformasi pengelolaan aset negara.

“Tahun pertama ini adalah tahun pembangunan fondasi. Kami membangun tata kelola yang kuat, memperkuat struktur kelembagaan, serta memulai berbagai inisiatif strategis yang menjadi pijakan bagi penciptaan nilai jangka panjang bagi Indonesia,” ujar Rosan.

Sepanjang tahun 2025, Rosan mengungkapkan, Danantara telah menyusun lebih dari 27 kebijakan tata kelola (governance framework) yang diselaraskan dengan peraturan perundang-undangan untuk memastikan pengelolaan aset negara berjalan secara transparan, akuntabel, dan profesional.

Dalam mendukung stabilitas dan penguatan fundamental perusahaan negara, Danantara juga berperan dalam mendukung pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah, diantaranya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), program Makan Bergizi Gratis MBG), serta pengembangan perumahan bagi masyarakat sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan pekerjaan.

Penguatan Dampak Sosial melalui Trust Fund

Selain berfokus pada penguatan tata kelola kelembagaan, Danantara juga memperluas kontribusinya dalam bidang sosial melalui pembentukan Yayasan Danantara Indonesia Trust Fund pada Oktober 2025.

“Inisiatif ini dirancang sebagai platform filantropi sovereign wealth fund yang mendorong investasi sosial di sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, serta air dan sanitasi,” ujar Rosan.

Sebagai bagian pengembangan ekosistem global, Danantara juga menginisiasi forum SWF Philanthropy Learning Lab bersama berbagai lembaga internasional untuk memperkuat praktik terbaik pengelolaan dana sosial jangka panjang.

"Penguatan fondasi kelembagaan turut tercermin dalam persepsi publik, dengan sekitar 93 persen pemberitaan mengenai Danantara berada dalam sentimen positif, yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap arah transformasi yang sedang dijalankan," ujar Rosan.

Langkah ini menunjukkan bahwa penguatan institusi tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

Transformasi Portofolio BUMN melalui Danantara Asset Management

Melalui Danantara Asset Management (DAM), Rosan mengatakan, Danantara menjalankan mandat pengelolaan dan transformasi portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan fokus pada restrukturisasi bisnis dan keuangan, streamlining dan konsolidasi portofolio, serta pengembangan usaha pada sektor-sektor strategis.

“Upaya ini diarahkan untuk membangun perusahaan-perusahaan dalam ekosistem Danantara Indonesia yang lebih adaptif, berdaya saing, serta mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi sosial yang nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Rosan.

Sebagai bagian dari penataan portofolio BUMN secara menyeluruh, DAM menjalankan proses streamlining secara bertahap melalui berbagai langkah strategis seperti likuidasi, merger, maupun divestasi terhadap entitas yang tidak lagi menjadi prioritas.

Adapun, proses tersebut dilakukan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang kuat, disiplin portofolio, serta pendekatan berbasis kinerja guna memastikan setiap entitas BUMN memiliki peran strategis yang jelas dalam ekosistem ekonomi nasional.

“Langkah ini sekaligus diarahkan untuk membentuk struktur BUMN yang lebih efisien, fokus, serta memiliki fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Rosan.

Dari sisi pengembangan industri nasional, Danantara melalui DAM juga mendorong berbagai inisiatif hilirisasi lintas sektor dengan potensi nilai investasi sekitar 26 miliar dolar AS yang diharapkan dapat memperluas kapasitas industri.

Sejumlah proyek telah memasuki tahap pembangunan pada Februari 2026, diantaranya pengolahan alumina dan bauksit, pengembangan bioavtur dan bioethanol, industri ayam terintegrasi, serta pengolahan garam industri.

"Inisiatif serupa juga akan terus dikembangkan pada sektor mineral, energi, pangan, dan agrikultur di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai nilai industri nasional serta menciptakan nilai ekonomi riil yang berkelanjutan,” ujar Rosan.

Melalui langkah-langkah tersebut, DAM berperan sebagai motor transformasi portofolio BUMN untuk membangun perusahaan negara yang lebih sehat, produktif, dan mampu menjadi pilar pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Perluasan Investasi Global melalui Danantara Investment Management

Sementara itu, Danantara Investment Management (DIM) menjalankan peran sebagai lengan investasi global Danantara yang bertugas menarik investasi strategis serta memperluas kemitraan internasional.

Dalam tahun pertama operasionalnya, DIM telah menjalin 11 kemitraan strategis global melalui berbagai memorandum of understanding (MoU) dengan komitmen investasi yang mencapai sekitar Rp346 triliun, guna menyalurkan investasi asing dan keahlian global ke berbagai sektor prioritas di Indonesia.

Selain itu, DIM juga memperluas kapasitas investasi nasional dengan menciptakan tambahan kapasitas pembiayaan sekitar Rp150 triliun, melalui kombinasi berbagai instrumen keuangan termasuk pinjaman, penyertaan modal, penerbitan patriot bonds, serta fasilitas revolving credit facility (RCF) dari institusi global.

Kemudian, DIM juga memulai berbagai proyek investasi strategis, termasuk partisipasi dalam pengembangan proyek Kampung Haji di Mekkah yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem halal global serta meningkatkan multiplier effect ekonomi bagi Indonesia.

DIM juga mendorong investasi pada berbagai proyek pembangunan nasional, termasuk co-investment pada fasilitas waste-to-energy, yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional hingga sekitar Rp1,3–1,6 triliun per tahun selama masa konstruksi.

Secara keseluruhan, berbagai langkah tersebut mencerminkan fokus utama Danantara pada tahun pertama operasionalnya, yaitu membangun fondasi kelembagaan, memperkuat tata kelola, serta menciptakan struktur pengelolaan aset negara yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

“Satu tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, fokus kami adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja yang nyata, melalui tata kelola yang kuat, pengelolaan aset negara yang profesional, serta investasi strategis yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan masa depan generasi Indonesia.” ujar Rosan.

Terkini