Emiten Prajogo Pangestu BREN Tingkatkan Kapasitas Geothermal ke 926 MW, Siap Tembus 1 GW

Rabu, 04 Maret 2026 | 11:37:17 WIB
Emiten Prajogo Pangestu BREN Tingkatkan Kapasitas Geothermal ke 926 MW, Siap Tembus 1 GW

JAKARTA - Ambisi memperbesar kontribusi energi bersih nasional terus diperkuat oleh PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN). 

Emiten energi terbarukan yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu ini mencatat peningkatan kapasitas pembangkit listrik panas bumi hingga 926 megawatt (MW), mendekati target strategis 1 gigawatt (GW). Pencapaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa ekspansi pembangkit geothermal tetap menjadi fokus utama perseroan dalam mendorong transisi energi di Indonesia.

Kenaikan kapasitas ini tidak terlepas dari rampungnya sejumlah proyek peningkatan fasilitas pembangkit, termasuk retrofit pada unit geothermal Wayang Windu. Langkah tersebut memperlihatkan strategi BREN yang tidak hanya bertumpu pada pembangunan baru, tetapi juga optimalisasi aset eksisting untuk mendongkrak produksi listrik berbasis energi terbarukan.

Retrofit Wayang Windu Perkuat Fondasi Kapasitas

BREN melalui anak usahanya Star Energy Geothermal baru saja menyelesaikan proyek retrofit pembangkit listrik geothermal Wayang Windu Unit 1 dan Unit 2 pada awal 2026. Proyek retrofit Wayang Windu mencakup peningkatan komprehensif pada kedua unit pembangkit.

Untuk Unit 1, ruang lingkup pekerjaan meliputi penggantian rotor turbin uap, diafragma dan peralatan bantu terkait, penggantian satu set lengkap menara pendingin termasuk struktur dan peralatan berbahan fiberglass reinforced polymer, serta penggantian impeller pompa hot well, motor, dan aksesorinya.

Untuk Unit 2, proyek ini melibatkan penggantian rotor turbin uap, diafragma dan peralatan bantu terkait, penggantian peralatan dan komponen internal menara pendingin, serta penggantian impeller pompa hot well, motor, dan aksesorinya.

Peningkatan menyeluruh ini bertujuan menjaga keandalan pembangkit sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Dengan pembaruan komponen utama, kinerja unit diharapkan tetap optimal dalam jangka panjang.

Dukungan terhadap Net-Zero Emissions dan Energi Bersih

Hendra Soetjipto Tan, Presiden Direktur Barito Renewables Energy, mengatakan ekspansi berkelanjutan kami mencerminkan keyakinan bahwa energi panas bumi dan angin merupakan pilar fundamental masa depan energi bersih Indonesia.

“Tonggak ini mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta berkontribusi nyata terhadap perjalanan Indonesia menuju net-zero emissions, dengan menyediakan pasokan listrik baseload yang andal sekaligus menurunkan intensitas karbon di sektor ketenagalistrikan,” ujar Hendra.

Panas bumi dikenal sebagai sumber energi baseload yang stabil karena tidak bergantung pada kondisi cuaca seperti tenaga surya atau angin. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas geothermal dinilai strategis dalam menjaga kestabilan pasokan listrik nasional sembari mengurangi emisi karbon.

Tambahan 40 MW dan Lompatan Kapasitas Signifikan

Sejalan dengan penyelesaian proyek retrofit Wayang Windu dan ekspansi unit Salak binary, BREN meraih tambahan kapasitas listrik sebesar 40 MW. Alhasil, keseluruhan kapasitas pembangkit listrik panas bumi BREN meningkat dari 886 MW pada Oktober 2023 menjadi 926 MW.

Berdasarkan data internal BREN, Commercial Operation Date (COD) kedua unit pembangkit Wayang Windu itu juga tercapai lebih cepat dari jadwal, dengan rata-rata sekitar 20 hari lebih awal dari tanggal target masing-masing unit. Hal itu diklaim mencerminkan koordinasi yang kuat dan pelaksanaan proyek yang disiplin.

Percepatan penyelesaian proyek tersebut menjadi indikator efektivitas manajemen dalam mengelola proyek skala besar. Efisiensi waktu berpotensi memberikan dampak positif terhadap optimalisasi pendapatan dan penguatan posisi keuangan perseroan.

Produksi Listrik dan Target 1 GW

Di sisi lain, sepanjang 2025, BREN telah memproduksi listrik sebesar 6.885 GWh dari panas bumi. Produksi tersebut memperlihatkan kontribusi signifikan perusahaan dalam memasok energi bersih ke jaringan ketenagalistrikan nasional.

Melalui proyek-proyek ini, lanjut Hendra, Barito Renewables semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan target bauran energi terbarukan nasional sebesar 23% pada 2025 serta mempercepat pengembangan energi berkelanjutan berbasis panas bumi dan angin.

Dengan kapasitas yang kini mencapai 926 MW, jarak menuju target 1 GW semakin tipis. “Kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk merealisasikan target 1 GW kapasitas terpasang panas bumi,” kata Hendra.

Capaian tersebut mempertegas komitmen BREN dalam memperluas portofolio energi terbarukan sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional. Ekspansi kapasitas geothermal yang konsisten menempatkan perusahaan sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan energi bersih di Indonesia.

Terkini