Maruarar Ungkap Proyek Rusun Subsidi Meikarta Mulai Dibangun 8 Maret 2026

Selasa, 24 Februari 2026 | 10:58:38 WIB
Maruarar Ungkap Proyek Rusun Subsidi Meikarta Mulai Dibangun 8 Maret 2026

JAKARTA - Upaya pemerintah memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memasuki fase baru pada 2026.

Melalui pengembangan rumah susun (rusun) subsidi, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan proyek perdana era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang akan dibangun di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi. Proyek ini diproyeksikan menjadi tonggak penting dalam mendorong kembali pasar hunian vertikal nasional yang selama beberapa tahun terakhir bergerak relatif lambat.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut pembangunan rusun subsidi di Meikarta merupakan bagian dari strategi percepatan sekaligus terobosan kebijakan perumahan. Pemerintah menilai hunian vertikal menjadi solusi yang relevan di tengah keterbatasan lahan, khususnya di kawasan perkotaan dan penyangganya.

Groundbreaking Rusun Subsidi Dijadwalkan 8 Maret

Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara mengungkapkan bahwa proses konstruksi akan dimulai dengan agenda peletakan batu pertama pada awal Maret mendatang. Lokasi lahan pembangunan telah disiapkan di kawasan Meikarta yang selama ini dikenal sebagai proyek kota baru berskala besar.

“Rencana 8 Maret kita akan lakukan groundbreaking di lokasi lahan Meikarta yang akan dibangun rusun subsidi. Ini bagian dari percepatan dan terobosan yang sedang kita lakukan,” ujar Ara.

Proyek ini diharapkan menjadi pemicu utama bagi pembangunan rusun subsidi secara masif, sekaligus memberi sinyal kuat bahwa pemerintah serius menjadikan hunian vertikal sebagai pilar pemenuhan kebutuhan perumahan nasional.

Minim Realisasi Rusun Subsidi Jadi Alasan Terobosan

Ara menjelaskan, dorongan percepatan rusun subsidi tidak lepas dari fakta minimnya realisasi pembiayaan hunian vertikal dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), pembiayaan rusun subsidi selama lima tahun terakhir hanya mencapai 140 unit.

“Data BP Tapera menunjukkan selama lima tahun ke belakang pembiayaan rusun subsidi hanya 140 unit. Ini sangat kecil,” ungkap Ara.

Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan hunian MBR yang terus meningkat, khususnya di kawasan dengan tekanan urbanisasi tinggi. Karena itu, pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah-langkah terobosan, salah satunya dengan memanfaatkan lahan Meikarta sebagai basis pengembangan rusun subsidi berskala besar.

Target 141.000 Unit Hunian Vertikal

Melalui proyek Meikarta, pemerintah menargetkan pasokan rusun subsidi mencapai 141.000 unit. Jumlah tersebut diharapkan mampu mengubah peta pasar hunian vertikal nasional, sekaligus memperluas akses MBR terhadap hunian terjangkau yang layak.

“Dengan arahan Presiden Prabowo, kita harus melakukan terobosan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan Meikarta untuk menjadi rusun subsidi dengan target bisa mencapai 141.000 unit,” tambah Ara.

Sebelum pembangunan dimulai, pemerintah memastikan spesifikasi unit yang akan dibangun sesuai dengan preferensi pasar. Ara menegaskan pihaknya akan melakukan survei dengan metodologi sampling yang ketat agar desain dan tipe hunian benar-benar menjawab kebutuhan calon penghuni di lapangan.

Perhatian pada Ekosistem dan Fasilitas Penunjang

Selain aspek fisik bangunan, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada kelayakan lingkungan dan ekosistem pendukung di sekitar kawasan rusun subsidi Meikarta. Peninjauan akan mencakup ketersediaan fasilitas publik esensial, seperti sekolah, rumah sakit, pasar, serta akses transportasi umum.

Langkah ini bertujuan memastikan bahwa rusun subsidi tidak berdiri sebagai hunian semata, tetapi terintegrasi dengan aktivitas ekonomi dan sosial penghuninya. Pemerintah ingin menciptakan lingkungan yang produktif dan berkelanjutan bagi MBR.

“Pemerintah berharap pembangunan rusun subsidi di Meikarta dapat menjadi model penyediaan hunian vertikal terjangkau yang terintegrasi dengan fasilitas sosial, fasilitas umum, dan akses ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkas Ara.

Investasi Lippo Group Capai Rp39 Triliun

Sebelumnya, pemerintah juga mengungkapkan bahwa Lippo Group akan mengucurkan investasi besar untuk mendukung pembangunan rusun subsidi di Meikarta. Total nilai investasi yang disiapkan mencapai sekitar Rp39 triliun, di luar nilai tanah.

Ara menjelaskan dana tersebut akan digunakan untuk membangun sekitar 54 tower yang tersebar di tiga area berbeda dengan luas lahan kurang lebih 30 hektare. Masing-masing kawasan akan dikembangkan dengan 18 tower yang mencakup sekitar 2.600 unit hunian.

“Nilai investasi di satu kawasan bisa Rp13 triliun di luar tanah. Akan dibangun di 3 area, itu Rp39 triliun kurang lebih di luar tanah,” jelasnya.

Dengan total 54 tower dan target 141.000 unit hunian, proyek rusun subsidi Meikarta diharapkan menjadi salah satu proyek perumahan vertikal terbesar di Indonesia. Pemerintah optimistis langkah ini dapat menjadi katalis bagi kebangkitan pasar rusun subsidi sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi MBR di kawasan perkotaan dan sekitarnya.

Terkini