Top 11 Perusahaan Batu Bara di Indonesia 2026, Kapasitas Fantastis!

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:58:35 WIB
perusahaan batu bara

Jakarta - Perusahaan batu bara menjadi salah satu pilar penting dalam sektor pertambangan yang menyumbang sumber energi utama di Indonesia. 

Batu bara merupakan salah satu sumber daya alam yang melimpah di tanah air, dengan perkiraan cadangan mencapai 38,84 miliar ton. 

Jika tidak ada penemuan cadangan baru, stok ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sekitar 65 tahun ke depan.

Berdasarkan data dari Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, produksi batu bara di Indonesia hingga 30 Agustus 2023 tercatat mencapai 360,69 juta ton secara real-time. 

Selain itu, terdapat sejumlah perusahaan batu bara terbesar di Indonesia yang masih menyimpan cadangan mulai dari jutaan hingga miliaran ton. 

Informasi mengenai ragam Perusahaan batu bara ini penting untuk dipahami bagi siapa pun yang ingin mengikuti perkembangan industri pertambangan nasional.

11 Perusahaan Batu Bara Terbesar di Indonesia

Lihat daftar 11 perusahaan batu bara terbesar di Indonesia yang mampu memproduksi lebih dari 50 juta ton setiap tahunnya.

1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia adalah PT Bumi Resources Tbk, yang pada tahun 2022 berhasil memproduksi sekitar 70–75 juta ton batu bara. Perusahaan ini termasuk dalam naungan Bakrie Group.

Untuk tahun 2023, perusahaan menargetkan volume produksi meningkat menjadi 80–85 juta ton per tahun. 

PT Bumi Resources Tbk, yang tercatat dengan kode saham BUMI, juga merencanakan belanja modal sebesar 90 juta dolar AS atau sekitar Rp1,4 triliun untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan tambang.

2. PT Adaro Energy Tbk (ADRO)
Perusahaan besar berikutnya adalah PT Adaro Energy Tbk, yang diperkirakan memproduksi 62,88 juta ton batu bara pada 2022, meningkat sekitar 19% dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 52,7 juta ton.

Perusahaan ini mulai beroperasi secara komersial pada Juli 2005 dan memiliki anak perusahaan bernama PT Adaro Indonesia, yang diperkirakan menyimpan cadangan batu bara sebesar 892,8 juta ton. 

Berdasarkan laporan 2021, pendapatan PT Adaro Indonesia mencapai 3,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp62,6 triliun, dengan laba bersih sekitar 1,02 miliar dolar AS atau Rp16,1 triliun.

3. PT Kaltim Prima Coal (KPC)
PT Kaltim Prima Coal menempati posisi penting sebagai salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia dan mengelola salah satu tambang open-pit terbesar di dunia. 

Perusahaan ini memiliki dua area tambang utama di Kalimantan Timur, yaitu Sanggata dan Bengalon, dengan luas konsesi mencapai 84.938 hektare.

Kapasitas produksi tahunan perusahaan mencapai 70 juta ton, meskipun pada 2020 produksi hanya tercatat 59,7 juta ton. 

Untuk 2023, target produksi dipatok sekitar 53 juta ton. PT Kaltim Prima Coal juga memiliki cadangan batu bara yang sangat besar, mencapai 1,073 miliar ton, angka yang menunjukkan potensi tambang yang masih sangat luas.

4. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
PT Bayan Resources Tbk adalah salah satu perusahaan batu bara milik Low Tuck Kwong, salah satu orang terkaya di Indonesia. 

Perusahaan ini beroperasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Pada tahun 2023, PT Bayan Resources Tbk berhasil memproduksi sekitar 38,9 juta ton batu bara.

5. PT Kideco Jaya Agung
Urutan berikutnya ditempati PT Kideco Jaya Agung, yang pada 2021 memproduksi 35,7 juta ton batu bara di wilayah Kalimantan. 

Perusahaan ini merupakan anak usaha PT Indika Energy Tbk, yang telah berdiri sejak tahun 1982.

Tambang PT Kideco berlokasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dengan luas area penambangan terbuka mencapai 50.921 hektare. 

Perusahaan juga memasok batu bara ke lebih dari 60 pelanggan di 13 negara, termasuk Cina, Hong Kong, Jepang, dan India.

6. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk merupakan perusahaan batu bara besar yang berada di bawah naungan Grup Sinarmas, dimiliki oleh Eka Tjipta Widjaja. 

Pada tahun 2022, DSSA memproduksi sekitar 33,9 juta ton batu bara.

Dari jumlah produksi tersebut, perusahaan mampu meraih pendapatan hingga 2,46 miliar dolar AS atau sekitar Rp37,5 triliun, menunjukkan kontribusi signifikan DSSA terhadap industri pertambangan nasional.

7. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
PT Golden Energy Mines Tbk merupakan perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di Kalimantan. Hingga September 2022, total produksinya mencapai 28 juta ton, yang berasal dari beberapa anak perusahaan. 

PT Borneo Indobara (BIB) menghasilkan 25,4 juta ton, PT Kuansing Inti Makmur (KIM) sekitar 1,4 juta ton, dan PT Barasentosa Lestari (BSL) sebesar 1,2 juta ton.

8. PT Berau Coal
Posisi berikutnya ditempati PT Berau Coal, anak perusahaan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), yang pada 2020 memproduksi 23,4 juta ton batu bara. 

Perusahaan ini beroperasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mencakup tiga lokasi utama: Lati, Sambrata, dan Binungan, dengan luas total sekitar 108 ribu hektare.

Tambang Lati memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 15 juta ton, Sambrata mencapai 5,56 juta ton per tahun, sedangkan Binungan, yang sudah beroperasi sejak 1995, mampu memproduksi sekitar 17 juta ton setiap tahunnya.

9. PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA)
PT Bukit Asam termasuk salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia. Pada kuartal pertama 2023, produksinya tercatat 6,8 juta ton. 

Untuk keseluruhan tahun 2023, PTBA menargetkan produksi sebesar 41 juta ton, meningkat 11% dibandingkan capaian tahun 2022 yang mencapai 37,1 juta ton batu bara.

10. PT Arutmin Indonesia
PT Arutmin Indonesia merupakan anak perusahaan dari PT Bumi Resources Tbk yang ikut mendukung target produksi batu bara induknya pada 2023, yaitu sekitar 80 juta ton. 

Pada kuartal ketiga 2022, PT Arutmin Indonesia sendiri berhasil memproduksi 16,2 juta ton batu bara, menjadi salah satu kontributor utama terhadap total produksi BUMI.

11. PT Multi Harapan Utama (MHU)
Perusahaan terakhir dalam daftar ini adalah PT Multi Harapan Utama, yang beroperasi di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Pada 2022, perusahaan berhasil memproduksi 9,84 juta ton batu bara. Tambang milik PT MHU mencakup luas lahan mencapai 39.972 hektare, menjadikannya salah satu pemain besar dalam industri pertambangan batu bara di Indonesia.

Berikut versi parafrasanya:

Sebagai penutup, itulah beberapa perusahaan batu bara terbesar di Indonesia yang memiliki produksi tinggi dan cadangan melimpah. 

Meskipun cadangan diperkirakan cukup hingga 65 tahun ke depan, penting bagi kita mulai menghemat penggunaan energi dan beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan agar keberlanjutan hidup tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Terkini